Jakarta, elaeis.co – Wacana pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai lembaga pengelola dan pengawas ekspor komoditas pertanian kembali memunculkan perdebatan di kalangan pelaku industri sawit.
Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (APCASI) mengusulkan langkah yang lebih jauh yaitu pengelolaan dana levy sawit yang saat ini berada di bawah BPDP Sawit sebaiknya ikut dialihkan ke DSI jika lembaga tersebut benar-benar nirlaba.
Ketua APCASI yang juga Sekretaris Jenderal APREBI, Dikki Akhmar, menilai keberadaan dua lembaga dalam rantai pengelolaan dana sawit berpotensi menambah kerumitan birokrasi.
Ia menyebut, jika DSI hanya berfungsi sebagai pengawas dan tidak mencari keuntungan, maka seharusnya bisa sekaligus mengelola dana pungutan ekspor sawit.
“Kalau memang DSI nirlaba dan hanya mengawasi, kenapa tidak sekalian dana levy sawit dikelola di situ saja. Jadi lebih sederhana,” kata Dikki.
Menurut Dikki, saat ini pengelolaan dana sawit melalui BPDP di bawah Kementerian Keuangan lebih banyak berfokus pada aspek keuangan, sementara kebutuhan industri sawit bersifat teknis dan menyentuh langsung sektor produksi.
Ia menilai kondisi tersebut membuat tata kelola dana sawit menjadi terlalu panjang dan berlapis.
Akibatnya, efektivitas penyaluran program ke petani maupun hilirisasi tidak selalu optimal.
“Masalahnya di struktur yang terlalu banyak lapisan. Ini bikin lambat dan kadang tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Dikki juga menyinggung sejumlah persoalan dalam pengelolaan dana sawit, termasuk dugaan penyalahgunaan di beberapa daerah serta proses hukum yang masih berjalan terkait program insentif biodiesel.
“Kalau ada kasus yang berulang, berarti sistemnya memang perlu dibenahi,” kata dia.
APCASI Usulkan DSI Ambil Alih Dana Levy Sawit dari BPDP
Diskusi pembaca untuk berita ini