Kampar, elaeis.co - Gandeng Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-PIR) mengajak petai untuk memanfaatkan tandan kosong (tankos) menjadi produk bernilai ekonomis skala UKMK.

Kali ini kegiatan yang dikemas dengan tema "Praktik pembuatan biochar dari tandan kosong sawit sebagai pembenahan tanah dan produk bernilai ekonomis skala UKMK" dilaksanakan di Desa Batang Batindih dengan menggandeng petani kelapa sawit yang tergabung dalam KUD Karya Sembada dan KPUD Mojopahit Jaya. Kegiatan ini diikuti lebih dari seratusan orang petani.

Sutoyo Ketua DPD 1 Aspek-PIR Riau menjelaskan kegiatan ini sengaja digelar dengan menggandeng BPDP untuk memberikan edukasi petani kelapa sawit yang saat ini sudah beranjak ke generasi kedua. Untuk generasi kedua ini, tanah yang menjadi lahan perkebunan kelapa sawit tidak sesubur generasi pertama. Sehingga perlu upaya untuk menjaga kesuburan tanah.

"Kita ingin berbagi ilmu dan  mengedukasi untuk menyuburkan tanah dengan memanfaatkan bahan baku yang juga berasal dari tanaman kelapa sawit yakni tandan kosong (tankos). Ini juga langkah alternatif untuk menekan pengeluaran biaya dalam perawatan kebun kelapa sawit," tutur Sutoyo kepada elaeis.co, Rabu (14/5).

Ia berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani dalam menambah wawasan yang kemudian dapat dipraktikkan ke kebun kelapa sawit petani. Dimana petani dapat memanfaatkan bahan baku yang sangat mudah didapatkan.

"Ini sangat bermanfaat bagi petani hingga kebun petani. Kita berharap produksi kebun semakin bagus dengan langkah pembenahan tanah meski dengan upaya yang sangat ekonomis," tandasnya.

Ketua Umum Aspek-PIR, Setiyono menambahkan kegiatan ini merupakan gelaran rutin yang ditaja untuk meningkatkan wawasan petani dalam pemanfaatan bahan baku yang mudah didapat dengan potensi kegunaan yang sangat menguntungkan bagi petani. "Ini adalah gelaran yang sangat bermanfaat bagi petani. Dimana dengan memanfaatkan bahan baku tankos untuk membenahi tanah agar lebih subur," imbuhnya.

Selain memberikan pengetahuan dan wawasan, gelaran ini juga menjadi peluang bagi petani untuk membuka usaha pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi produk yang bernilai.

"Ini peluang bagi petani, jika dapat memanfaatkan dan membuat produk UKM maka BPDP tidak segan segan untuk mendukung. Jadi mari kita manfaatkan sebaik-baiknya" bebernya.