Pekanbaru, elaeis.co - Ganoderma merupakan salah satu masalah serius yang juga dihadapi para petani kelapa sawit. Ganoderma merupakan organisme eukariotik yang bisa menyerang kelapa sawit dan hidup di dinding batang tumbuhan itu. 

Jika pohon kelapa sawit sudah terserang ganoderma, akibat bisa sangat fatal. Lantaran produksi Tandan Buah Segar (TBS) mengalami penurunan drastis. Kemudian pembentukan bunga dan buah berkurang, serta dalam kurun waktu 6 sampai 12 bulan pohon akan mati total. Bahkan saat pohon sudah mati, ganoderma juga bisa menyerang pohon kelapa sawit baru di areal tersebut dan yang ada di sekitarnya.

Oleh sebab itu lahan dengan endemik ganoderma ini juga perlu menjadi perhatian saat pertani melakukan peremajaan atau replanting. 

Peneliti Ilmu Tanah dan Agronomi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Eka Listia menyebutkan, harus ada perlakuan khusus dalam melakukan replanting di areal endemik ganoderma ini. 

"Pertama adalah melakukan pengolahan tanah dan sanitasi akar hingga batang. Yaitu pengolahan tanah sebelum penumbangan pohon melalui pembajakan tanah dengan traktor dari utara ke selatan dan barat ke timur," ungkapnya dalam Rapat Sosialisasi PSR di Riau, belum lama ini.

Kemudian, lakukan penumbangan pohon dan pengangkatan bonggol dan akar ke permukaan tanah. Di mana batang kelapa sawit harus dicincang dengan alat berat (chiping), sedangkan bonggol dibuang dari areal peremajaan. Pengutipan akar dilakukan dengan cara membersihkan akar yang tercecer dari bonggol yang telah diangkat dari tanah. 

"Pengolahan tanah kedua, dilakukan dengan cara menggaru. Dari arah utara ke selatan dan timur ke barat, dilanjutkan dengan pengutipan akar yang banyak tercecer di permukaan tanah. Sehingga harus dipastikan akar tanaman lama tidak ada lagi," tambahnya. 

Jika proses awal selesai, kemudian membuat lubang tanaman besar. Pembuatan lubang ini dilakukan setelah akar dibersihkan pada areal penanaman. Yakni membuat lubang tanam besar berukuran 3x3x0.8 m dengan besar lubang tanam berukuran 0,6x0,6x0,6 m.

"Setelah itu, dilakukan penanaman bibit di lubang tersebut. Aplikasikan tandan kosong sawit sebanyak 400 kilogram per lubang dan Trichoderma (Marfu) 400 gram per lubang," ujarnya. 

"Manfaat pengaplikasian tandan kosong dan Marfu ini adalah memperbaiki struktur tanah lapisan atas. Kemudian sistem lubang tanam besar, dilakukan pada daerah tidak tergenang atau bukan areal rendahan," pungkasnya.