Jakarta, elaeis.co - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu mengingatkan petani sawit agar menggunakan pupuk kimia sesuai dosis alias tidak berlebihan.
Pada dasarnya, pupuk kimia merupakan aspek penting untuk menyuburkan tanaman. Namun jika penggunaannya berlebihan, bisa berdampak negatif terhadap tanaman sawit.
Ada banyak jenis pupuk yang digunakan untuk tanaman sawit seperti NPK, urea, dan KCL. Meski begitu, pupuk-pupuk tersebut kerap kali disalahartikan oleh petani karena dianggap satu-satunya pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman.
Petani beranggapan tanaman yang sehat memiliki daun yang hijau berlebihan, sehingga mereka menggunakan pupuk dalam porsi atau takaran yang besar.
"Padahal penggunaan pupuk berlebihan itu berisiko terhadap tanaman kelapa sawit itu," kata Kepala Dinas TPHP Bengkulu, Rosmala Dewi, kemarin.
Menurut Rosmala, kelebihan pupuk pada tanaman sawit akan menimbulkan berbagai masalah, antara lain tanaman akan mudah terserang hama dan penyakit.
Hal ini disebabkan karena nutrisi pada tanaman berlebihan yang memicu munculnya hama. "Hama akan mencari pohon yang memiliki nutrisi berlebihan, makanya tanaman sawit yang kelebihan pupuk pasti selalu diserang hama," tuturnya.
Selain mudah diserang hama, Rosmala menilai, penggunaan pupuk berlebih juga akan merusak kesuburan tanah. Pupuk yang diberikan terlalu banyak pada tanah, akan membuat tanah menjadi asam yang berakibat penyerapan unsur hara terhambat.
"Selain itu, kelangsungan hidup mikroorganisme yang berada dalam tanah juga akan terancam," ujarnya.
Begini Kiat Pemupukan Sawit yang Baik Versi Dinas TPHP Bengkulu
Diskusi pembaca untuk berita ini