Pekanbaru, elaeis.co - Negara Indonesia menjadi penghasil CPO terbesar di kancah internasional, sebab memiliki luas perkebunan terbesar di dunia. Untuk itu beragam program untuk menjaga kelapa sawit berkelanjutan terus dilakukan.
Seperti startegi Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma (Dirtasalma) yang masih berada dalam naungan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun). Salah satunya yakni memperkuat kelembagaan petani kelapa sawit.
"Sejatinya kita sudah terbentuk sejak April 2023 lalu. Dimana ada tiga bidang yang mengurusi sektor perkebunan kelapa sawit," ujar Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ardi Praptono saat menjadi narasumber dalam seminar rangkaian Munas Aspek-PIR 2023, Senin (6/11) di Pekanbaru.
Tiga bidang itu kata Ardi yakni bidang Sumber Daya Lahan Kelapa Sawit. Bidang ini mengusuri pemetaan dan hal-hal yang berkaitan dengan lahan. Seperti permasalahan kawasan hutan hingga bantuan Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang disalurkan oleh BPDPKS.
Kemudian untuk bidang kedua adalah Bidang Budi Daya Sawit yang mengatur tentang Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Bioenergi. Terakhir yakni Pemberdayaan dan Kelembagaan Sawit.
Untuk menjaga sawit berkelanjutan tentu pihaknya saat ini terus mendorong agar produksi dan produktifitas kebun milik petani semakin baik. Dimana dikatakannya kebun kelapa sawit ini terbagi atas Perkebunan Rakyat dan Perkebunan Besar.
Untuk perkebunan rakyat, pihaknya terus mendukung perbaikan kebun tidak produktif melalui PSR. Lalu perbaikan mutu dan produktivitas sawit melalui Sapras, Intensifikasi, perbaikan infrastruktur, sertifikasi ISPO. Selanjutnya yakni pengembangan SDM pekebun melalui beasiswa, pelatihan.
"Kemudian ada juga penyediaan pembiayaan lainnya melalui KUR, pendataan pekebun melalui STDB dan terakhir mendorong diversifikasi, integrasi dengan tanaman sela, ternak, pemanfaatan limbah," ujarnya.
Begini Strategi Dirtasalma Perkuat Kelembagaan Petani Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini