Jakarta, elaeis.co - Aspek-PIR memberikan apresiasi terhadap ajang konferensi minyak sawit terbesar di dunia IPOC 2022 yang ditaja oleh Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) beberapa waktu lalu.
Menurut Aspek-PIR, kegiatan itu merupakan gudang ilmu bagi petani khususnya dari mancanegara. Sebab, acara yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali tersebut dihadiri tamu undangan yang berasal dari 35 negara.
"Pasar dunia khusus kelapa sawit tumpah dalam gelaran itu. Tentu ini adalah kegiatan yang bagus dan sangat inspiratif bagi kami petani," ujar Ketua Umum Aspek-PIR, Setiyono kepada elaeis.co, Kamis (10/11).
Setiyono mengaku bangga menjadi peserta dalam gelaran tersebut. Sebab banyak informasi dunia industri kelapa sawit diperoleh di sana.
"Selaku petani yang diundang sebagai peserta, ya kita bersyukur. Kita sangat apresiasi karena petani sudah sangat dilibatkan," ujarnya.
Ia berharap lewat gelaran tersebut GAPKI semakin gencar mencari pasar Internasional. Sebab hal itu berdampak positif terhadap kesejahteraan petani.
"Petani akan semakin sejahtera jika harga hasil pengolahan kelapa sawit semakin tinggi," ujarnya.
Sebelumnya, dua tahun berturut-turut IPOC digelar secara online lantaran pandemi Covid-19. Gelaran kali ini dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto.
Meski hanya hadir secara virtual, Airlangga menekankan pentingnya kelapa sawit berkelanjutan dalam gelaran tersebut.
Begini Tanggapan Aspek-PIR Soal IPOC 2022 Bali
Diskusi pembaca untuk berita ini