Bengkulu, elaeis.co - Pekebun sawit di Bengkulu mengeluhkan lonjakan biaya sewa alat berat yang saat ini mencapai Rp 4 juta per delapan jam. Hal ini mengejutkan mereka mengingat biaya sewa sebelumnya hanya sekitar Rp 3 jutaan.
Seorang pekebun kelapa sawit di Bengkulu, Mahmuddin mengaku selama ini sangat mengandalkan alat berat untuk mendukung operasional kebun. Namun, kenaikan drastis biaya sewa alat berat tentu saja memberikan tekanan tambahan pada keseimbangan keuangan yang dimiliki.
"Kami sangat mengandalkan alat berat untuk mendukung operasional kebun, tapi biaya sewa saat ini sangat membebani. Dampak finansial dari kenaikan biaya sewa alat berat sangat signifikan," kata Mahmuddin, Selasa (11/7).
Salah satu alat berat yang sering digunakan dalam perkebunan kelapa sawit adalah mini excavator. Alat ini terbukti sangat efisien dalam berbagai aplikasi seperti lubang tanam, monding, dan cuci parit. Namun, biaya sewa yang semakin mahal akan berdampak langsung pada penggunaan alat berat ini. Dengan kenaikan biaya sewa, para pekebun khawatir akan kesulitan dalam menjalankan operasional mereka dengan efisien.
"Kenaikan biaya sewa alat berat yang signifikan ini sangat membebani kami sebagai pekebun sawit. Sebelumnya, kami telah mengalokasikan anggaran berdasarkan biaya sewa yang lebih rendah. Namun sekarang kami harus mencari solusi agar dapat memenuhi kebutuhan operasional dengan biaya yang lebih tinggi," ungkap Mahmuddin.
Para pekebun mengharapkan adanya pemahaman dan dukungan dari pihak terkait, termasuk penyedia alat berat dan pemerintah daerah. Mereka berharap bahwa langkah-langkah akan diambil untuk mengatasi kenaikan biaya sewa yang tidak terduga ini agar mereka dapat melanjutkan operasional perkebunan mereka tanpa hambatan yang berlebihan.
"Kami berharap biaya sewa bisa diturunkan, karena dengan kondisi saat ini itu akan membuat kami kesulitan melanjutkan operasional kebun," tuturnya.
Sementara itu, pihak penyedia alat berat, Sukatno mengaku, kenaikan biaya sewa ini merupakan kebijakan baru dan hanya faktor situasional. Saat ini biaya angkut alat berat hingga perawatan mengalami kenaikan, begitu juga dengan biaya bahan bakar minyak.
"Kami tidak mungkin menggunakan harga lama, sementara sekarang semua sudah naik. Gara-gara harga BBM naik, jadi mustahil menggunakan harga sewa lama," tandasnya.
Biaya Sewa Alat Berat di Bengkulu Naik, Pekebun Sawit Memekik
Diskusi pembaca untuk berita ini