Padang, elaeis.co --  PT Astra Agro Lestari Tbk. terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi. Setelah berpartisipasi dalam penguatan kurikulum pendidikan tinggi sektor perkebunan di Universitas Brawijaya, Malang, akhir April silam, kini perusahaan kembali melanjutkan rangkaian program Astra Agro Goes to Campus dengan menyambangi Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Kamis, 4 Juni. Melalui kegiatan Praktisi Mengajar, perusahaan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia sektor perkebunan Indonesia.

 

Kegiatan penting ini berlangsung di Balai Sidang Prof. Jurnalis Kamil, Fakultas Pertanian. Acara ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Astra Agro dalam menjembatani dunia akademik dan industri. Jika sebelumnya perusahaan terlibat dalam diskusi pengembangan kurikulum untuk menyesuaikan kebutuhan industri perkebunan, kali ini Astra Agro hadir langsung di ruang kuliah untuk berbagi praktik dan pengalaman lapangan kepada mahasiswa.

 

Direktur Agronomy and Sustainability PT Astra Agro Lestari Tbk, Dr. Bandung Sahari yang tampil sebagai pemateri memaparkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Salah satu materi utama yang dibahas adalah pendekatan modern dalam mengelola organisme pengganggu tanaman secara efektif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

 

Menurut Bandung, industri sawit Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di satu sisi, kebutuhan minyak nabati dunia terus meningkat seiring pertumbuhan populasi global. Di sisi lain, industri dituntut untuk meningkatkan produktivitas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan.

 

"Ke depan, tantangan industri sawit ialah mampu menghasilkan produksi yang tinggi sekaligus menjaga ekosistem perkebunan agar tetap mengedepankan biodiversitas. Karena itu, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan penerapan prinsip keberlanjutan, inovasi teknologi, dan pengelolaan lingkungan yang baik," ujar Bandung di hadapan para mahasiswa Fakultas Pertanian yang menyimak serius.

 

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan hama merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga produktivitas tanaman kelapa sawit. Namun dalam praktik modern, pengendalian hama tidak lagi semata-mata mengandalkan penggunaan pestisida, melainkan dilakukan melalui pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mengedepankan keseimbangan ekosistem dan pemanfaatan teknologi.

 

Astra Agro juga memanfaatkan musuh alami berupa predator, parasitoid, maupun entomopatogen dalam pengendalian hayati sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan. Selain itu, perusahaan menerapkan sistem deteksi dini (Early Warning System) yang memungkinkan pemantauan populasi hama secara cepat dan akurat sebelum berkembang menjadi serangan yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman.

 

Bandung menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan hama sangat bergantung pada kemampuan perusahaan memahami kondisi ekosistem secara menyeluruh. Oleh karena itu, Astra Agro secara konsisten mengembangkan pendekatan biologis yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan musuh alami dan agen hayati.

 

Salah satunya adalah pemanfaatan serangga predator Sycanus untuk mengendalikan populasi ulat pemakan daun yang menjadi salah satu hama utama tanaman kelapa sawit. Penggunaan agen hayati ini terbukti membantu menekan tingkat serangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.

 

Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan jamur Metarhizium anisopliae sebagai agen pengendali biologis kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) serta mengembangkan populasi burung hantu (Tyto alba) sebagai predator alami hama tikus di perkebunan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia di lapangan.

 

"Prinsip yang kami pegang adalah menjaga populasi hama tetap berada pada tingkat yang terkendali tanpa menghilangkan keseimbangan alam. Karena itu, konservasi biodiversitas dan pemanfaatan agen hayati menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan hama yang kami jalankan," jelas Bandung.

 

Lebih jauh, Bandung menilai keterlibatan dunia industri dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk menjembatani kebutuhan akademik dengan tantangan nyata di lapangan.

 

"Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin industri perkebunan Indonesia di masa depan. Karena itu, kami berharap pengalaman dan praktik baik yang dijalankan perusahaan dapat menjadi tambahan wawasan bagi mahasiswa agar memiliki perspektif yang lebih komprehensif mengenai produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan," ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Dr. Ir. Eka Candra Lina, S.P., M.Si, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi Astra Agro dalam kegiatan Praktisi Mengajar yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh wawasan langsung dari dunia industri.

 

Menurut Eka, materi yang disampaikan Astra Agro sejalan dengan kekhasan yang dikembangkan Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas, yakni pengelolaan organisme pengganggu tanaman berbasis produk ramah lingkungan. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung sistem perlindungan tanaman yang efektif sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

 

"Visi Program Studi Proteksi Tanaman adalah menjadi program studi yang unggul dan berkarakter dalam pendidikan, penelitian kolaboratif, serta pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pengembangan perlindungan tanaman yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Karena itu, materi mengenai pengendalian hayati, konservasi biodiversitas, dan penerapan prinsip keberlanjutan yang disampaikan Astra Agro sangat relevan dengan arah pengembangan keilmuan yang kami bangun," ujar Eka.

 

Menurutnya, kegiatan ini memberikan nilai tambah yang besar bagi mahasiswa karena mereka tidak hanya mempelajari konsep dan teori di ruang kuliah, tetapi juga memahami bagaimana prinsip-prinsip pengelolaan hama terpadu, keberlanjutan, konservasi lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi diterapkan secara nyata dalam skala industri.

 

"Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi dan industri seperti ini dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan generasi profesional yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang baik, tetapi juga memahami pentingnya keberlanjutan dalam pembangunan pertanian Indonesia," tambahnya.

 

Melalui kegiatan Praktisi Mengajar ini, Universitas Andalas dan Astra Agro menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu membawa industri sawit Indonesia tumbuh secara produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

 

Sejalan dengan semangat "Sinergi Bumi dan Manusia untuk Satu Indonesia", Astra Agro meyakini bahwa pembangunan industri sawit yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan inovasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang akan mengelolanya di masa depan.-