Namun, jumlah lulusan belum sebanding kebutuhan industri. Banyak peminat yang tidak memperoleh beasiswa penuh karena keterbatasan dana, sehingga sinergi dengan pemerintah daerah, swasta, dan perguruan tinggi terus didorong.
Di sisi industri, BPDP menyalurkan Rp10,86 triliun untuk peremajaan sawit rakyat hingga Agustus 2025, mencakup lebih dari 169 ribu petani di 384 ribu hektare. Tidak hanya mengganti pohon tua dengan bibit unggul bersertifikat, program ini juga memastikan prinsip keberlanjutan melalui ISPO.
Di hilir, riset produk turunan sawit, dari biodiesel hingga biomaterial, terus digalakkan. Program mandatori biodiesel terbukti menghemat devisa Rp122 triliun pada 2022 dan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 27,8 juta ton CO₂e.
Kuliah umum di Cibitung ditutup dengan pesan sederhana namun kuat yakni sawit bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi bagian dari masa depan bangsa. Pemuda yang gagal menyiapkan diri bukan hanya mengecewakan diri sendiri, tapi juga bisa mengguncang industri ini. “Sawit baik, sawit berkelanjutan. Kami titipkan pada generasi muda,” kata Evita, disambut tepuk tangan panjang mahasiswa.
Generasi muda kini bukan sekadar penerus, melainkan penjaga sawit yaitu mereka yang menentukan apakah industri ini tetap kokoh atau runtuh.
BPDP Titip Masa Depan Sawit ke Pemuda: Siapa Gagal, Industri Bisa Runtuh!
Diskusi pembaca untuk berita ini