Jakarta, elaeis.co – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali mencetak penguatan signifikan. Pada Kamis (20/8), harga CPO berjangka Malaysia untuk kontrak November 2026 naik sekitar 0,7 persen menjadi 4.927 ringgit Malaysia per ton, level tertinggi dalam 20 bulan terakhir.
Lonjakan harga tersebut memunculkan pertanyaan penting bagi industri sawit nasional, apakah kenaikan harga CPO juga akan menjadi kabar manis bagi petani sawit?
Penguatan harga CPO saat ini tidak berdiri sendiri. Pasar tengah menghadapi kekhawatiran terhadap pasokan minyak nabati global, sementara permintaan berpotensi meningkat.
Ancaman cuaca ekstrem El Nino menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan karena dapat mengganggu produktivitas perkebunan sawit.
Di Indonesia, kebijakan mandatori biodiesel B50 juga menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan. Peningkatan serapan CPO untuk kebutuhan biodiesel domestik dapat mengurangi volume yang tersedia untuk pasar ekspor.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahnaf Yassar memperkirakan ancaman El Nino Godzilla dapat memberikan tekanan terhadap produksi sekaligus mendorong kenaikan harga CPO ke depan.
Kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha sawit. Namun, bagi petani, kenaikan harga CPO tidak otomatis berarti keuntungan langsung meningkat.
Petani baru benar-benar merasakan dampaknya apabila kenaikan harga CPO ikut mendorong harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Selain harga jual, pendapatan petani juga sangat ditentukan oleh produktivitas kebun serta biaya produksi.
Artinya, harga CPO yang tinggi bisa menjadi peluang, tetapi belum menjadi jaminan petani langsung mendapatkan keuntungan besar.
Di tengah peluang tersebut, petani juga menghadapi risiko dari sisi biaya. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengingatkan potensi kombinasi kemarau ekstrem dan kenaikan harga pupuk sekitar 30 hingga 50 persen akibat gejolak geopolitik.
CPO Tembus Level Tertinggi 20 Bulan, Petani Sawit Bisa Cuan?
Diskusi pembaca untuk berita ini