Jakarta, elaeis.co – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kelapa sawit punya peluang besar untuk naik kelas. 

Tak cuma menjual tandan buah segar (TBS) sebagai bahan baku, UMKM kini bisa mengembangkan berbagai produk turunan sawit dengan nilai tambah yang jauh lebih tinggi.

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha Maghfiruha Rachbini mengatakan, hilirisasi kelapa sawit membuka peluang bagi UMKM untuk menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus menembus pasar ekspor.

“Potensi UMKM berbasis kelapa sawit sangat besar. Ke depan perlu ditingkatkan UMKM yang mampu memberikan nilai tambah dari produk atau komoditas kelapa sawit,” kata Eisha.

Menurut Eisha, produk turunan sawit yang dapat dikembangkan UMKM cukup beragam. 

Mulai dari produk pangan atau oleofood, bahan kimia atau oleochemical, hingga produk bioenergi.

Perkembangan hilirisasi sawit di Indonesia juga terus meluas. Saat ini, program hilirisasi kelapa sawit disebut telah menghasilkan lebih dari 193 jenis produk turunan.

Kondisi tersebut dinilai memberikan efek ekonomi berantai, termasuk terhadap harga TBS di tingkat petani, penciptaan lapangan kerja, hingga aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Yang bikin menarik, hilirisasi tak hanya membuat produk sawit lebih beragam, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonominya secara signifikan.

Secara umum, hilirisasi sawit dapat meningkatkan nilai ekonomi produk sekitar 3 hingga 10 kali lipat.