Bengkulu, elaeis.co - Ardiansyah, developer perumahan di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mengaku, mengatakan tidak semua tanah perkebunan sawit dibeli untuk rencana lokasi perumahan.
"Terlebih areal perkebunan sawit yang tidak produktif dan berada di daerah rawa," kata Ardiansyah di Bengkulu, kemarin.
"Kadang developer banyak pertimbangan sebelum membeli tanah kebun sawit, mulai lokasi dan jarak kebun dengan jalan raya kalau keduanya tidak mendukung, maka tidak ada developer perumahan yang tertarik membeli juga walaupun murah," tuturnya.
Sebelumnya terbetik informasi bahwa para petani sawit di Bengkulu menghadapi tantangan besar dalam menjual kebun sawit mereka yang tidak lagi produktif karena kesulitan menemukan pembeli yang tertarik dengan kebun sawit yang tidak memberikan hasil yang memadai.
Suryani Mansur, petani dawit di Bengkulu Utara, mengaku mengaku kesulitan menjual kebun sawit yang tidak lagi produktif. Banyak faktor yang menyebabkan penurunan produktivitas, seperti usia pohon yang tua, serangan hama dan penyakit, serta pemakaian pupuk kimia yang merusak kondisi tanah. Hal ini membuat hasil panen menurun drastis dan berdampak langsung pada pendapatan petani sawit.
"Kebun sawit saya sudah tidak produktif lagi. Saya telah mencoba berbagai upaya untuk memperbaiki keadaan, tetapi hasilnya tidak memuaskan. Sulit menemukan pembeli yang tertarik untuk membeli kebun sawit yang tidak menghasilkan," kata Suryani, kemarin.
Menurut Suryani, kebun sawit yang tidak produktif biasanya dbeli oleh developer perumahan. Namun hingga saat ini belum ada Developer Perumahan yang tertarik menawar.
"Kebun sawit yang tidak produktif biasanya dibeli developer perumahan makanya kami hanya tawarkan ke mereka, tapi belum ada juga yang menawar," tuturnya.
Ia mengaku, menjual kebun sawit karena faktor kebutuhan. Sebab jika bertahan dengan tanaman kelapa sawit akan percuma. Mengingat saat ini tanaman sawit tersebut tidak lagi berbuah.
"Percuma merawat sawit semuanya tidak berbuah, makanya saya pilih menjualnya," tuturnya.
Ia mengaku, menjual lahan kebun sawit per hektar sebesar Rp 100 juta. Namun meski begitu, belum ada pembeli yang tertarik.
"Untuk satu hektar hanya dijual Rp 100 juta, kami punya 3 hektar, jadi Rp 300 juta," tutupnya.
Developer Perumahan Enggan Membeli Lahan Sawit, Ternyata Penyebabnya Ini
Diskusi pembaca untuk berita ini