Jakarta, elaeis.co - Nampaknya rambu bertanda dilarang berkecepatan tinggi atau dilarang ngebut berlaku juga bagi pergerakan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Ini setidaknya, berdasarkan informasi yang diperoleh elaeis.co, terlihat dari hasil tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada periode akhir pekan ini, Jumat (5/7/2024).

Setelah di awal pekan ini harga CPO berhasil tembus ke level Rp 13.000 per kilogram, harga CPO kembali langsung mengebut di pertengahan pekan.

Baca juga:

https://www.elaeis.co/berita/baca/sempat-turun-kini-meroket-ke-13-220-an-harga-cpo-hasil-tender-pt-kpbn-periode-4-juli-2024

Akhirnya pada tender sehari sebelumnya atau pada periode Kamis (4/7/2024), harga CPO berhasil meroket menjadi Rp 13.225 per Kg.

Tetapi harga CPO tersebut kini seperti "direm" dan berakhir dengan withdraw (WD), lalu harga penawaran tertinggi yang muncul pun malah jauh sekali dari level Rp 13.200 per Kg.

Ini bakal jadi awan kelabu bagi para petani sawit. Sebab, bisa ditebak, harga pembelian tandan buah segar (TBS) produksi petani pasti melorot saat diniagakan di pabrik kelapa sawit (PKS).

Baca juga:

https://www.elaeis.co/berita/baca/keren-naik-rp-185-harga-cpo-hasil-tender-pt-kpbn-periode-2-juli-2024

Berikut ini hasil tender harga CPO per Kg di luar atau tidak termasuk PPN di PT KPBN periode Jumar (5/7/2024):

Belawan : Rp 13.200 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 13.138 - KJA (sebelumnya Rp 13.225 - EOP)

Dumai : Rp 13.200 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 13.135 - PII (sebelumnya Rp 13.225 - PII)

SAN Dumai : Tak ada kabar (sebelumnya Rp 13.225 - IBP)