Jakarta, elaeis.co - Kinerja angkutan logistik berbasis rel terus menunjukkan tren positif. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat telah mengangkut sebanyak 162.261 ton komoditas hasil perkebunan sepanjang Triwulan I 2026.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 156.100 ton. Kenaikan ini mencerminkan semakin optimalnya peran kereta api dalam mendukung distribusi logistik nasional.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan distribusi hasil perkebunan melalui moda kereta api menjadi salah satu tulang punggung kelancaran rantai pasok dari hulu ke hilir.

“Distribusi hasil perkebunan melalui kereta api membantu menjaga kesinambungan pasokan bahan baku. Dengan kapasitas besar dan waktu tempuh yang lebih pasti, pergerakan komoditas jadi lebih efisien,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (14/4).

Ia menambahkan, keberadaan transportasi logistik berbasis rel memberikan kepastian waktu pengiriman sekaligus mampu mengangkut dalam volume besar, sehingga menjadi solusi bagi kebutuhan distribusi skala nasional.

Seiring dengan pengembangan energi terbarukan di Indonesia, komoditas perkebunan seperti kelapa sawit memiliki peran strategis. Minyak sawit mentah (CPO) menjadi salah satu bahan utama dalam produksi bahan bakar nabati yang terus didorong pemerintah.

Distribusi yang lancar dinilai penting untuk menjaga pasokan bahan baku industri sekaligus memastikan ketersediaan energi dalam negeri tetap stabil.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan bahwa efisiensi dan ketepatan waktu menjadi fokus utama dalam setiap perjalanan logistik.

“Kami memastikan setiap perjalanan logistik berlangsung aman dan tepat waktu. Peran ini penting untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan dan terus bertumbuh,” katanya.

Dengan capaian ini, KAI optimistis angkutan logistik berbasis kereta api akan semakin diminati, terutama untuk komoditas strategis seperti hasil perkebunan. Selain efisien, moda ini juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan transportasi darat berbasis jalan raya.

Ke depan, KAI berkomitmen terus meningkatkan layanan angkutan barang guna mendukung pertumbuhan industri nasional serta memperkuat konektivitas logistik antarwilayah di Indonesia.