Sebab, meski dia cuma jebolan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Madrasah Aliyah Nurul Huda Tembilahan ibukota Kabupaten Inhil, prestasi akademiknya justru lebih moncer ketimbang tiga orang rekan seangkatannya yang sama-sama berasal dari 'Negeri Seribu Parit' itu. 

Indeks Prestasi Komulatif (IPK) perempuan yang karib disapa Rasa ini 3,85. Sementara IPK tiga orang rekannya yang jebolan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), masih di bawahnya. 

Ketiganya adalah penerima beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Satu orang sejurusan dengan Risa, sisanya mengambil jurusan Teknik Informatika dan Teknik Perbaikan dan Perawatan Mesin. 

"Semester satu saya memang bingung, soalnya kan saya lulusan IPS. Sama sekali enggak pernah mengenal yang namanya Kimia. Sementara di kuliah, Kimia jadi keseharian," Risa tertawa. 

Meski bingung, Risa tak mau patah arang. Dia berusaha bersahabat dengan 'mbah google'. Apa-apa yang tidak dia paham, dicari tahu. Belajar bersama kawan-kawan juga dia jabani. 

"Di semester pertama IPK saya 3,59. Alhamdulillah di semester kedua saya mulai berasa nyaman. Chemistry nya sudah dapat," katanya. 

Baca juga: Risa; Dan Nahkoda Pompong ini Pun Menjemput Mimpi

Lantaran sudah berasa nyaman, Risa pun bertekad musti cumlaude saat wisuda nanti. "Saat ini kan sudah di pertengahan jalan. Saya ambil Diploma 3. Sekarang sudah semester tiga," ujarnya. 

Risa membangun tekad semacam itu bukan tanpa alasan. Pertama, dia enggak mau mengecewakan Apkasindo yang sudah memberinya kesempatan untuk kuliah. 

Kalau Apkasindo tak ada, bisa jadi Risa masih terus menjadi sopir pompong menyisir sungai yang menjadi moda transportasi di kampungnya untuk mengantar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke pelabuhan kecil milik tengkulak.