Karena itu, perubahan harga CPO, kernel maupun komponen perhitungan lainnya dapat berdampak terhadap harga TBS yang diterima pekebun pada periode berikutnya.
Harga TBS Rp3.202 per kilogram tentu menjadi peluang bagi petani sawit. Namun, harga tinggi saja belum otomatis membuat pendapatan pekebun meningkat besar.
Produktivitas kebun tetap menjadi faktor utama. Jumlah tandan yang dihasilkan, kualitas buah, biaya pupuk, tenaga kerja, perawatan tanaman dan ongkos produksi akan menentukan berapa besar pendapatan bersih yang akhirnya diterima petani.
Dengan kata lain, momentum harga TBS yang kuat perlu dimanfaatkan untuk memperbaiki kebun dan menjaga produktivitas tanaman.
Bagi tanaman yang sudah berusia produktif, pemupukan berimbang, pemeliharaan, pengendalian gulma serta pengelolaan panen menjadi bagian penting agar potensi produksi dapat maksimal.
Di sisi lain, transparansi dalam penerapan harga juga penting. Harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah diharapkan menjadi acuan bagi transaksi TBS sehingga petani memperoleh nilai yang sesuai dengan ketentuan.
Harga Sawit Gorontalo Melambung Tinggi Jadi Rp3.202/Kg, Ini Daftar Lengkapnya
Diskusi pembaca untuk berita ini