Terpisah, Ketua Aliansi Petani Kelapa Sawit (APKS) Bengkulu, Edy Mashury mengatakan, meski memerlukan perawatan ekstra, hasil tanaman sawit di lahan gambut tetap memuaskan.

"Kami telah merasakan peningkatan produksi kelapa sawit setelah menerapkan praktik-praktik perawatan yang benar pada tanah gambut. Selain itu, kontribusi pada pelestarian lahan mineral juga semakin berkurang," ujar Edy.

Menurut Edy, mengubah lahan gambut jadi perkebunan sawit, tidak hanya mengatasi keterbatasan lahan mineral, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.

"Semakin banyak petani yang mempraktikkan pendekatan ini, semakin besar dampak positifnya terhadap industri perkebunan kelapa sawit dan lingkungan," pungkasnya.