Perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin dinamis mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.

INSTIPER terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, termasuk dalam menghadapi era Industri 4.0. 

Salah satu kompetensi yang menjadi perhatian adalah Higher Order Thinking Skills (HOTS), yang diperkuat melalui pengembangan kemampuan 6C, yaitu Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creative Thinking, Computational Logic, dan Compassion.

Kemampuan tersebut diharapkan dapat melengkapi kompetensi mahasiswa yang diperoleh melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, sehingga lulusan INSTIPER memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja dan dunia industri.

“Selamat datang di Kampus INSTIPER yang kita banggakan. Kalian berada di tempat yang tepat untuk mempersiapkan masa depan. INSTIPER Yogyakarta merupakan perguruan tinggi yang telah dipercaya untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap memasuki dunia kerja dan dunia industri," kata Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, M.Eng., dalam sambutannya pada acara Pembukaan Kuliah Tahun Akademik 2026/2027 di Grha INSTIPER, Yogyakarta. 

Dr. Harsawardana mengatakan, INSTIPER memiliki posisi yang kuat melalui core competency di bidang perkebunan dan kehutanan yang telah dibangun selama ini.

Kompetensi tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan berbagai mitra, baik perusahaan maupun instansi pemerintah, untuk menjalin kerja sama dengan INSTIPER.

“Kepercayaan dari berbagai mitra tersebut merupakan bukti dari kerja sama yang telah terbangun sekaligus menjadi tanggung jawab INSTIPER untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa,” lanjutnya.

Kuliah umum dalam rangka Pembukaan Kuliah Tahun Akademik 2026/2027 juga dihadiri Puji Lestari, Ph.D., Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Kuliah umum dengan topik “Peranan Riset dan Inovasi dalam Meningkatkan Daya Saing Produk Perkebunan" ini memberikan wawasan kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya riset dan inovasi dalam meningkatkan daya saing produk perkebunan sekaligus menjawab tantangan perkembangan industri.

“Komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, kakao, kopi, kelpa, sagu, pinang, lada, dan tembakau memiliki peran yang krusial bagi Indonesia. BRIN berkomitmen untuk mendukung riset dan inovasi untuk menghasilkan produk perkebunan nasional yang berdaya saing dari on farm hingga hilirisasi. Kita dorong peningkatan produktivitas, mutu, efisiensi, nilai tambah, hingga akses pasar”, jelas Puji Lestari. 

Selain pembelajaran akademik, INSTIPER juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, bakat, serta keterampilan melalui kegiatan ko-kurikuler yang dikembangkan melalui INSTIPER Academy.

INSTIPER Academy merupakan program pendamping kurikulum yang dirancang untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh berbagai pelatihan secara intensif sebagai bekal untuk mengembangkan kemampuan di luar kegiatan pembelajaran kurikuler.

Setelah mengikuti rangkaian Pembukaan Kuliah dan kuliah umum, mahasiswa baru INSTIPER juga mengikuti Orientasi Kampus dan Kenal Kebun (OKKABUN) yang berlangsung pada 31 Agustus–9 September 2026.

Rangkaian OKKABUN tidak hanya dilaksanakan di lingkungan Kampus INSTIPER Yogyakarta, tetapi juga dilengkapi dengan kegiatan Kenal Kebun di KP2 Ungaran pada 5–7 September 2026.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diharapkan dapat mengenal lingkungan kampus, memahami budaya akademik, membangun kebersamaan, serta memperoleh pengalaman awal mengenai dunia perkebunan sebagai bagian dari proses pembelajaran di INSTIPER.

Dengan dimulainya Tahun Akademik 2026/2027, INSTIPER Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, sekaligus membentuk lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan sektor perkebunan, kehutanan, dan agroindustri Indonesia.