"Yaitu di Depo Loko Cipinang, Stasiun Arjawinangun, Stasiun Cepu, dan Depo Loko Pasarturi," bebernya lebih lanjut. 

"Dari seluruh rangkaian pengujian B40 sektor kereta api, akan didapatkan rekomendasi teknis dan instruksi kerja penggunaan B40 khusus untuk sektor kereta api," urai Mustafid.

Sebagai informasi, pengujian B40 pada lokomotif telah dimulai sejak tanggal 3 Juli 2024 yang diawali dengan uji performance awal dengan menggunakan bahan bakar B40 dan B35 sebagai referensi atau pembanding. 

Hasil yang diharapkan dari pengujian meliputi konsumsi bahan bakar dan performa lokomotif. 

Adapun pengujian B40 pada genset kereta api dilakukan pada genset MTU 10V1600G20F dengan rangkaian kereta bogowonto P.01909 YK dengan rute St Pasar Senen – St Lempuyangan. 

Pengujian ketahanan dinamis dilakukan selama 1.200 Jam dengan lokasi pengisian bahan bakar di PUK Lempuyangan.

Adapun formulasi bahan bakar yang digunakan dalam uji penggunaan B40 untuk mesin diesel pada sektor nonotomotif yaitu B40 dengan formula campuran 40 persen biodiesel (B100) ditambah 60 persen solar (B0). 

"Khusus untuk sektor alat berat juga diuji dengan menggunakan campuran diesel nabati atau diesel biohidrokarbon (D100), dengan masing-masing komposisi B30D10," kata Mustafid 

Adapun formulanya, ujar Mustafid,  adalah campuran 30 persen biodiesel (B100) ditambah 10 persen diesel;  nabati atau diesel biohidrokarbon (D100) ditambah 60 persen solar (B0).

"Serta B35D5 dengan formula campuran 35% Biodiesel (B100) ditambah  5 persen diesel, serta nabati atau diesel biohidrokarbon (D100) ditambah 60 persen solar (B0)," tegas Mustafid Gunawan.