Samarinda, elaeis.co - Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) akan tetap berlanjut. 

Gubernur Kaltim yang juga Ketua Dewan Kawasan, Isran Noor, akan melakukan beberapa langkah untuk percepatan operasionalisasi KEK MBTK sebagai kawasan geostrategis di Kabupaten Kutai Timur.

Upaya percepatan dan pengembangan KEK MBTK dituangkan dalam empat komitmen Pemprov Kaltim dan disampaikan langsung oleh Isran kepada Dewan Nasional KEK Pusat.

“Kami punya semangat dan komitmen besar untuk meneruskan KEK MBTK," jelasnya melalui keterangan resmi Biro Adpimprov Kaltim.

Komitmen pertama yang dia maksud adalah mengarahkan KEK MBTK menjadi media untuk mempercepat pencapaian tujuan transformasi ekonomi melalui percepatan hilirisasi industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) terbarukan dan telah tertuang dalam komitmen prinsip Pembangunan Hijau Kalimantan Timur.

Komitmen kedua, Pemprov Kaltim akan tetap mempertahankan dan mengembangkan KEK MBTK hingga tahap operasional dengan penguatan kelembangaan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK MBTK. "Salah satunya dengan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) MBTK dan pembenahan sekretariat KEK MBTK," urainya.

Ketiga, Pemprov Kaltim akan menyelesaikan perizinan untuk operasional pelabuhan dan utilitas yang diperlukan serta melanjutkan pembangunan fasilitas di luar dan dalam kawasan yang merupakan kewenangan provinsi.

Dan terakhir, Pemprov Kaltim mengharapkan dukungan pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan akses jalan nasional menuju KEK MBTK, peningkatan kapasitas pelabuhan, dan infrastuktur lainnya.

Untuk mendukung komitmen Kaltim itu, Isran meminta pemerintah pusat agar regulasi yang mengatur soal KEK di Kaltim tidak disamakan dengan regulasi untuk provinsi lain. Sebab jika dipaksakan harus sama, pengembangan KEK di Kaltim pasti akan mengalami kesulitan.