Untuk diketahui, Rizky telah menggeluti bisnis ini 2018 lalu. Dimana ini adalah buah pokok pikirannya bersama dua orang sahabatnya.
"Awalnya dulu kita mencari bisnis yang tak jauh dari kepedulian kita terhadap lingkungan. Nah kebetulan teman saya ada yang kuliah di jurusan kimia. Tercetuslah ide berbisnis jelantah ini. Kebetulan ini juga menjadi objek penelitiannya saat itu," terangnya.
Minyak jelantah sendiri merupakan bahan baku dari Biodiesel atau yang juga dikenal dengan B30 yang menjadi program Presiden Joko Widodo hingga kini.
Awal mendirikan usaha ini, Rizky hanya mampu mengumpulkan 50 kg minyak jelantah dalam dua bulan. Kendati begitu, ia terus menekuni usaha ini bersama rekannya tadi.
Lelaki empat bersaudara ini tak pantang menyerah, Ia bahkan sempat turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan minyak jelantah dari rumah ke rumah masyarakat. Para pelaku usaha juga tak ketinggalan ia tawarkan kerja sama. Dimana dari tangan masyarakat minyak jelantah tadi ia beli dengan harga Rp3.000 - Rp5.000/kg.
"Alhamdulillah, ini bisa juga menjadi sarana untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat," terangnya.
Seiring berjalannya waktu, usaha yang kini beroperasi di pergudangan yang terletak di jalan Air Hitam, Pekanbaru itu mulai membuahkan hasil.
"Kita saat ini memiliki mitra pengepul di seluruh wilayah Riau. Ada sekitar 50 pengepul yang tersebar di Riau," tuturnya.
Dari 12 kabupaten dan kota di Riau, jelantah paling banyak yang di kumpulkan berasal dari kota Pekanbaru.
Konflik di Negara Timur Tengah Pengaruhi Ekspor Minyak Goreng Bekas
Diskusi pembaca untuk berita ini