Pekanbaru, elaeis.co - KUD Karya Dharma III di Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib, Siak, Riau, menerima bantuan satu unit kendaraan Dump Truck dari Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada Selasa (2/7) lalu.
Kendaraan ini diserahkan langsung oleh Bupati Siak, Alfredi. Pihak koperasi bergembira lantaran pengajuan bantuan sarana dan prasarana (Sarpras) ke BPDPKS dikabulkan.
Baca juga: Bantuan Truk BPDPKS Baru di Siak
Bantuan ini dinilai akan mempermudah operasional koperasi untuk menjamin kesejahteraan petani kelapa sawit yang menjadi anggota.
Namun dibalik kegembiraan itu, ada terbesit perjuangan petani yang juga merupakan anggota Aspek-PIR saat mengajukan bantuan Sarpras ke BPDPKS.
Ketua KUD Karya Dharma III, Zainuddin mengatakan, untuk mendapatkan bantuan angkutan operasional senilai Rp515 lebih itu pihaknya menunggu hingga 2 tahun lamanya.
"Kendalanya cukup menyita waktu memang dalam melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Memang pada prinsipnya tidak ada yang sulit namun memang membutuhkan waktu," ujarnya kepada elaeis.co, Sabtu (6/7).
Baca juga: Didukung BPDPKS, 30 Petani Sawit Siak Dilatih LPP Agro Nusantara
Salah satu syarat untuk pengajuan bantuan transportasi roda enam, minimal koperasi memiliki anggota sebanyak 150 petani dengan luas kebun 300 hektar. Karena itu banyak dokumen yang dipersiapkan membuat pengajuan lumayan membutuhkan waktu.
Kemudian jenjang verifikasi mulai dari kabupaten, provinsi hingga Dirjenbun (BPDPKS) juga menyita waktu. "Namun kita bersyukur pengajuan kita disetujui dan direalisasikan," jelasnya.
Pemilihan bantuan alat transportasi angkutan TBS ini bukan tanpa alasan. Ini dikarenakan kebutuhan akan angkutan lebih besar ketimbang lain seperti infrastruktur jalan.
Sebab, kondisi jalan ke kebun koperasi seluas 623 hektar dengan 275 anggota ini cukup bagus. Dari sisi perawatan juga masih dapat ditangani koperasi
"Produksi juga baik saat ini lantaran kebun kita sudah diremajakan pada 2014 lalu. Untuk itu kita memang berupaya memaksimalkan angkutan dengan bantuan Sarpras BPDPKS," jelasnya.
Baca juga: Angka Stunting Turun Drastis, Bupati Siak Raih Penghargaan dari BKKBN
Kendati truk sudah di tangan, Zainuddin berharap persyaratan untuk mendapatkan bantuan Sarpras diringankan. Terutama pada jumlah pengusul dikurangi dari 150 pekebun jadi 75 pekebun atau 150 hektar. Sehingga lebih banyak membantu petani sawit.
Ketua Umum Aspek-PIR, Setiyono juga bersyukur dengan terealisasinya bantuan Sarpras dari BPDPKS tersebut. Menurutnya penyarahan truk merupakan bukti bahwa program Sarpras BPDPKS nyata tidak hanya cerita saja.
"Alhamdulillah, dengan cairnya bantuan tersebut dapat memicu semangat petani untuk mengajukan Sapras. Saya berharap, seluruh petani Aspek-PIR bisa mendapatkan bantuan Sarpras, serta tanaman sawit yang sudah tua segera diusulkan untuk ikut program PSR biar produktifitas makin meningkat," tandasnya.
KUD Karya Dharma III di Siak Butuh Dua Tahun untuk Dapatkan Bantuan Sarpras BPDPKS
Diskusi pembaca untuk berita ini