Jakarta, elaeis.co - Kelangkaan minyak goreng (migor) Minyakkita menjadi sorotan semua pihak. Tak terkecuali Dewan Sawit Indonesia (DMSI) yang juga turut memberikan pandangannya.

Menurut DMSI, langkanya Minyakkita itu lantaran kerugian produsen tidak tertutupi karena proses ekspor produk sawit keluar negeri terseok-seok. Karena margin ekspor tersebut yang selama ini menutupi kerugian produsen tiap kali produksi Minyakkita.

"Saya menduga mereka enggak produksi MinyaKita karena nggak ada cuannya di ekspor. Mereka tidak produksi karena nggak ada cuan untuk tutupi kerugian," kata Plt Ketua Umum DMSI Sahat Sinaga lewat siaran pers yang diterima elaeis.co, Rabu (8/2).

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) itu mensimulasi untuk distribusi minyak goreng perusahaan harus mengeluarkan biaya Rp3.000. Sementara dengan adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) produsen harus rugi sebesar Rp2600 sampai Rp4041.

Kerugian itu hanya bisa ditutupi produsen dari keuntungan ekspor. Sebab keuntungan ekspor CPO minimal ditangguk produsen minimal US$38 atau Rp589 ribu (asumsi kurs Rp15.500) per ton.

Disamping itu, Sahat mengungkapkan ada 6 juta ton CPO para pengusaha yang menumpuk dan siap diproduksi. Tapi pengusaha enggan produksi karena permintaan pasar global tengah lesu.

"Pengusaha itu punya tunggakan PE (pungutan ekspor) 6 juta ton, 6 juta ton, tidak dijadikan bahan ekspor. Mulai dari tahun lalu sampai sekarang. Kenapa nggak diekspor? Ada 6 juta ton siap ekspor tidak mau ekspor, di luar negeri lagi resesi," tuturnya.

Bukan hanya itu, saat ini tidak ada insentif bagi pengusaha yang melakukan ekspor. Selain pasar global yang lesu, pengusaha mesti membayar US$142 atau Rp2,2 juta untuk pungutan ekspor dan bea keluar.

Oleh sebab itu, Sahat meminta agar pemerintah membekukan aturan bea ekspor hingga 3 bulan mendatang.

"Para eksportir tidak bergairah karena dia akan langsung dipotong US$142. Supaya bisa lancar minta tolong gotong royong dari Kemenkeu untuk legowo, freeze dulu 3 bulan dari Februari-April, supaya kita tidak dipecundangi Malaysia," pungkasnya.