Siak, elaeis.co - Manajemen PTPN PalmCo Regional III Riau kebun Lubuk Dalam kemungkinan harus mampir ke gedung DPRD Siak usai peristiwa pemukulan terhadap warga oleh asisten kebun pada Kamis (14/12) lalu.

Video peristiwa di Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Siak itu kemudian viral dan tersebar luas. Korban bernama Adnan (50). Sementara yang merekam kejadian itu M Azahri (51). Keduanya tinggal di KM 11 Desa Pangkalan Pisang.

Anggota Komisi I DPRD Siak,Teguh Tatang Yulianto mengatakan, pihaknya berencana memanggil manajemen perusahaan dalam waktu dekat ini.

"Kita berencana memanggil perusahaan. Kejadian (pemukulan) itu tidak dibenarkan," kata Teguh dikonfirmasi elaeis.co, Selasa (19/12).

Menurut Teguh, peristiwa pemukulan itu mestinya tidak terjadi kendati ada permasalahan antara warga dengan perusahaan.

"Selesaikan semua masalah pakai kepala dingin. Apalagi itu kan perusahaan plat merah. Negara yang punya. Tak perlu cara kekerasan. Saya tak tega lihat video yang beredar itu. Perusahaan tak boleh arogan," ujar politis Partai Demokrat tersebut.

Hal senada juga diutarakan Anggota DPRD Siak lainnya, Robi Cahyadi yang meminta agar pihak perusahaan tidak arogan terhadap masyarakat.

"Jangan lah arogan. Kalau ada masalah terkait lahan, selesaikan secara musyawarah. Kalau tak selesai secara musyawarah, selesaikan sesuai prosedur, bawa ke pengadilan," kata dia.