Ence bilang caranya adalah dengan menerapkan metode perlindungan yang ramah lingkungan, seperti penggunaan pestisida nabati dan teknik pengendalian hama terpadu (IPM).
"Sekaligus di saat yang sama, penggunaan bahan kimia di lingkungan perkebunan dapat diminimalkan," tutur Ence Achmad Rafiddin Rizal lebih lanjut.
Ence mengingatkan bahwa subsektor perkebunan merupakan salah satu motor penggerak ekonomi berkelanjutan.
Kata dia, konsep Kaltim Hijau mencerminkan komitmen pemerintah provinsi(Pemprov) Kaltim, pemerintah kabupaten (Pemkab), pemerintah kota (Pemko), masyarakat, dan seluruh elemen lainnya di Kaltim untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan.
"Tentunya dengan tujuan kualitas lingkungan hidup untuk mengurangi dampak perubahan iklim, dan mengurangi pencemaran air dan laut di Kaltim," kata dia.
"Juga akan mampu meningkatkan pengetahuan dan tumbuh kembang kesadaran warga tentang pentingnya pemanfaatan perkebunan berkelanjutan," kata dia.
Pihaknya yakin kalau perlindungan yang efektif dapat meningkatkan kesehatan tanaman, yang berdampak pada produktivitas dan kualitas hasil perkebunan.
Pemprov Ini Cari Cara untuk Lindungi Kualitas Tanah dan Lindungi Tanaman Perkebunan
Diskusi pembaca untuk berita ini