Sekayu, elaeis.co – Pj Bupati Musi Banyuasin (muba), Sumatera Selatan, H. Sandi Fahlepi, meninjau layanan penyeberangan sementara menggunakan speedboat pasca robohnya Jembatan P6 Lalan di Kecamatan Lalan.

Peninjauan ini didampingi oleh Kepala BPBD Muba, H. Pathi Riduan MM dan Kepala Dinas Perkebunan Muba, Ahmad Toyibir MM.

"Dalam peninjauan ini, kami memastikan bahwa pelayanan penyeberangan yang dikelola oleh Asosiasi AP6L berjalan lancar. Jembatan P6 Lalan adalah akses vital bagi perekonomian masyarakat setempat," jelas Sandi dalam keterangan resmi Diskominfo Muba dikutip Selasa (3/12) 

Dia juga menyampaikan bahwa Asosiasi Lalu Lintas Dibawah Jembatan P6 Lalan (AP6L) berkomitmen untuk membangun kembali jembatan tersebut dan rencananya dimulai pada awal Januari 2025. "Saat ini, mereka sedang melakukan evakuasi puing-puing jembatan. Kami semua berharap pembangunan bisa segera dimulai agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal," tambahnya.

Jembatan P6 Lalan sangat vital bagi masyarakat setempat. Banyak masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan memiliki kebun sawit di seberang jembatan. Selama ini mereka hanya butuh waktu lima menit ke kebun, namun sekarang bisa sampai 20 menit karena harus memutar dan menggunakan layanan penyeberangan. Pengangkutan TBS juga terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk penyeberangan.

"Peninjauan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga aksesibilitas dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Diharapkan masyarakat Lalan segera bisa menikmati kembali akses yang aman dan nyaman," kata Sandi.

Sebagian Jembatan P6 Lalan ambruk setelah ditabrak tongkang pengangkut batu bara pada 12 Agustus 2024 lalu. 30 Agustus 2024, Pemerintah Kabupaten Muba menggelar rapat koordinasi perbaikan dan mengajukan gugatan ganti kerugian tanggung renteng terhadap pihak penubruk. Diperoleh kesepakatan perbaikan jembatan tersebut akan diserahkan kepada Asosiasi AP6L sebagai pengganti dana talangan.

Untuk mendukung progres pembangunan jembatan, telah dilakukan evakuasi puing-puing jembatan dan diangkat ke pinggir sungai di Desa Galih Sari. Sedangkan pencabutan tiang tengah jembatan masih dalam proses.

"Tanggal 1 November 2024 telah ditetapkan Konsultan MK (PT Digital Kreator Konstruksi Indonesia) untuk penyiapan dokumen tender, pengawasan pelaksanaan sampai dengan serah terima," ungkapnya.

Proses tender untuk pelaksanaan kegiatan menggunakan metode EPC (Engineering Procurement Contruction) yaitu perencanaan dan pembangunan sekaligus. Saat ini proses tender sudah dalam tahap undangan kepada pihak perusahaan untuk prakualifikasi yang diikuti oleh 6 (enam) perusahaan.

Sementara progres keuangan atau pendanaan, sampai tanggal 31 Oktober 2024 ada 13 perusahaan yang sudah berkomitmen membayar dana talangan sesuai kesepakatan sebesar Rp 300.000.000. Ada 6 perusahaan pengguna alur sungai yang belum berkontribusi, sebagian besar merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Ketua Asosiasi AP6L Humala Oloan Pasaribu mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membangun Jembatan P6 Lalan hingga selesai.

Perbaikan Jembatan P6 dan Jalan Lalan diestimasikan membutuhkan biaya sebesar Rp 100 miliar. Sesuai kesepakatan, pihak yang menabrak jembatan tersebut dibebankan 50 persen dari semua biaya perbaikan, dan perusahaan lain yang melintas di bawah Jembatan P6 Lalan akan disesuaikan masing-masing dengan menyesuaikan mobilitas.

"Untuk normalisasi penyebarangan warga, sudah dilakukan evakuasi puing-puing jembatan. Juga memfasilitasi penyeberangan untuk masyarakat, kemudian membangun dermaga baru dan perbaikan jalan P6 dan P11," sebutnya.

"Tugas berat adalah menghilangkan pilar di tengah. Sekarang tender sudah proses ke undangan sampai kontrak pada tanggal 16 Januari 2025, insya Allah di tanggal itu juga pembangunan juga sudah mulai berjalan," tambahnya.