Babel, elaeis.co - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Sahuruddin, menyebutkan terjadi penurunan produksi sawit di daerah itu antara 20 sampai 35 persen akibat musim trek.
"Sudah terjadi dan berlangsung selama sekitar dua bulan terakhir," ujar Sahuruddin kepada elaeis.co melalui sambungan telepon, Rabu (26/4).
Sahuruddin memperkirakan kondisi demikian masih akan berlangsung cukup lama. "Sekitar Juni atau Juli mendatang diprediksi angka produksi baru normal kembali," katanya.
Dikatakan Sahuruddin, musim trek merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dielakkan --termasuk oleh tanaman kelapa sawit--, yang tetap akan terjadi sesuai dengan siklusnya.
Apalagi, tambahnya, kondisi diperparah oleh perubahan iklim yang terjadi secara global. Misalnya, kemarau yang berlangsung lama, yang memungkinkan tanaman sawit tidak mendapat asupan air yang cukup.
"Tidak bisa dielakkan, tapi pada dasarnya bisa diakali dengan tujuan untuk mengurangi tingkat dampak yang ditimbulkan," katanya.
Antara lain, menurut Sahuruddin, dengan cara melakukan pemupukan yang benar, memperbanyak pemakaian pupuk organik, dan mengurangi pemakaian pestisida.
"Kalau pun tidak bisa menghilangkan, setidaknya meminimalisir dampaknya." Dikatakan, kalau akibat musim trek mengurangi angka produksi sampai 20 persen, dengan sejumlah upaya itu bisa ditekan sehingga menjadi 10 persen saja.
DPW Apkasindo Babel, menurut Sahuruddin, sudah sejak lama melakukan sosialisasi tentang cara itu, dimaksudkan agar petani jangan terlalu dirugikan akibat musim trek tersebut.
Produksi Sawit di Babel Turun karena Musim Trek, Ini Upaya DPW Apkasindo Meminimalisir Dampaknya
Diskusi pembaca untuk berita ini