Kutacane, elaeis.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan, Provinsi Aceh, sejak 19 Agustus 2025 belum berhasil dipadamkan. Ratusan hektar kebun sawit milik masyarakat ikut terbakar.

Petugas pemadam kebakaran gabungan saat ini terus berjibaku di lokasi memadamkan api. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), T Nara Setia , mengatakan, berdasarkan data sementara, kebakaran menyebar di sejumlah desa seperti Ujong Mangki, Padang Beurahan, dan Ujong Padang. “Total luas lahan dan kebun yang terbakar mencapai ratusan hektar,” sebutnya dalam dalam keterangannya dikutip Selasa (26/8).

Saat ini tim pemadam gabungan dan regu penyelamat juga melakukan pemantauan udara dengan menggunakan drone untuk melihat dampak dan luasan lahan yang terbakar. “Petugas baru berhasil memadamkan sekitar 55 persen dari total lahan yang terbakar,” ungkapnya.

Asap tebal masih terus mengepul dari area bekas terbakar. Kencangnya hembusan angin juga menjadi kendala tim pemadam untuk mengatasi persoalan di lapangan. “Selain itu juga ketersediaan air di lokasi sangat minim sehingga jadi masalah utama. Untuk pengambilan air, butuh waktu yang lama, sementara titik api tersebar di sejumlah lokasi,” paparnya.

Meski sulit menanggulanginya, menurutnya, seluruh personel tim gabungan dari TNI, Polri, Damkar, dan BPBD Aceh Selatan, terus berjuang untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran makin meluas. “Semoga turun hujan untuk membantu pemadaman lahan yang terbakar,” harapnya.

Pihak kepolisian juga tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab terjadinya karhutla di kawasan tersebut.