Pasar Wajo, elaeis.co - Pemkab Buton, Sulawesi Tenggara, melalui Dinas Pertanian melakukan Uji Publik Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) Kabupaten Buton Tahun 2024-2026 bertempat di Aula Kantor Bupati Buton, Rabu (18/12).

Mewakili Pj. Bupati Buton, La Haruna MSi, Sekda Buton, Asnawi Jamaluddin MSi mengatakan, saat ini Kabupaten Buton telah memiliki hamparan perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Berdasarkan angka tetap data statistik perkebunan tahun 2023, terdapat lahan perkebunan sawit seluas 10,740 hektar yang tersebar di tujuh kecamatan.

"Sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Buton, bahkan diharapkan bisa menjadi komoditas unggulan selain migas," katanya dalam rilis media dikutip Jumat (20/12).

Namun saat ini, lanjutnya, kelapa sawit mendapat sorotan tajam dunia internasional. Di tengah persaingan dagang dalam komoditas minyak nabati dunia, muncul isi-isu dan tuduhan negatif terhadap perkebunanan kelapa sawit Indonesia.

Antara lain:

1. Perkebunan dan industri sawit dituduh melanggar hak-hak masyarakat lokal.

2. Perkebunan dan industri sawit dituduh mempekerjakan tenaga kerja anak.

3. Isu kesehatan, bahwa minyak sawit mengandung lemak jenuh sehingga berdampak tidak baik bagi kesehatan.

4. Isu-isu sustainability, yaitu keraguan terhadap proses menghasilkan minyak sawit dianggap tidak berkelanjutan seperti hilangnya hutan tropis, penyebab kebakaran hutan dan lahan serta hilangnya keanekaragaman hayati.

Menanggapi isu-isu negatif tersebut, pemerintah Indonesia telah mencanangkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan sejak tahun 2011 melalui pemberlakuan sertifikasi ISPO (Indonesian sustainable palm oil/kelapa sawit berkelanjutan Indonesia). Ketentuan pemerintah tentang pemberlakuan sertifikasi ISPO didukung dengan Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2019.

"Alhamdulillah, draft RAD-KSB Kabupaten Buton tahun 2024-2026 telah selesai disusun. Namun demikian, demi kesempurnaannya perlu kita konsultasikan ke publik untuk mendapatkan masukan dan saran yang membangun agar rencana aksi ini menjadi lebih baik dan sempurna," imbuhnya.

Sekda Buton menyampaikan pemerintah kabupaten tetap memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan kebun kelapa sawit yang berkelanjutan, terutama dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, sehingga Kabupaten Buton ke depannya dapat dijadikan sebagai pionir dalam menggerakkan kabupaten lestari di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton Ma’mul Djamal mengatakan, Tim Penyusun RAD-KSB Kabupaten Buton telah melalui seluruh proses, mulai dari pengumpulan data dan informasi hingga perumusan rencana aksi untuk menetapkan program dan kegiatan prioritas tiga tahun ke depan.

“Saat ini masih tahap sosialisasi terkait aksi selama 3 tahun kedepan, insya Allah tahun depan sudah mulai pengembangannya,” katanya.