Jakarta, elaeis.co - Sosialisasi Bursa CPO Indonesia yang digelar Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) selama dua hari di Medan, Provinsi Sumatera Utara, ditanggapi positif oleh Wayan “Pak Tani” Supadno. “Bagus itu,” ujarnya kepada elaeis.co, Selasa, 21 Mei 2024.
Petani sawit sekaligus pengusaha serba bisa itu menilai sosialisasi tersebut sangat baik, guna makin memperkenalkan keberadaan bursa CPO dengan segala keuntungannya kepada pelaku industri sawit.
Keuntungan dimaksud, antara lain, di hulunya bermanfaat memperbaiki harga TBS. Sementara di hilirnya, berguna untuk menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan optimalisasi penerimaan negara dari pajak.
Manfaat lainnya, menempatkan penjual dan pembeli pada same level playing field dan menjadi market influencer di pasar global. Juga memungkinkan terbentuknya harga acuan sendiri yang adil, transparan, akuntabel, dan real time.
Menurut Wayan, sosialisasi seperti itu memang harus gencar dilakukan, terlebih mengingat Bursa CPO Indonesia relatif merupakan barang baru, karena baru diresmikan Oktober 2023—jauh ketinggalan dibanding Bursa CPO Malaysia yang sudah terbentuk tahun 1980.
Dewan Pakar Apkasindo itu mengingatkan, untuk bisa berhasil, semuanya harus melalui fase proses, upaya memperkenalkan, promosi, dan deal transaksi.
“Karena pengaruhnya luas jangka panjang,” kata Wayan, yang saat ini belum berminat ikut bursa CPO lantaran masih banyak melakoni kegiatan berskala prioritas.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Hadi Sugeng, menyampaikan tanggapan senada. Ia sekaligus menyarankan agar sosialisasi tentang bursa harus dilakukan terus-menerus, dengan pengembangan-pengembangan regulasi yang lebih komprehensif mencakup lintas kementerian/lembaga.
“Dengan demikian, bursa akan lebih menarik produsen (penjual) dan pembeli CPO,” kata Hadi kepada elaeis.co. Dengan begitu, dapat diharapkan mereka mau menjadi peserta di bursa CPO.
Hadi menambahkan, jika mekanisme dan proses transaksi di bursa dapat mengadopsi proses yang sudah berlangsung antara penjual - pembeli secara B to B, tentunya akan menarik minat para penjual (produsen) dan pembeli CPO sebagai peserta bursa CPO.
Sosialisasi Bursa CPO Disambut Baik
Diskusi pembaca untuk berita ini