Pendekatan ini juga menegaskan potensi teknologi hijau berbasis sains material yang bisa diterapkan di industri kelapa sawit.

“Dengan memanfaatkan limbah menjadi material berteknologi tinggi, kami ingin menunjukkan bahwa sains dapat menjadi solusi nyata bagi masalah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” tambah Adryansyah.

Para peneliti berharap teknologi ini bisa menjadi alternatif hijau bagi industri sawit. Tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah industri secara efisien dan ramah lingkungan.

Inovasi ini juga membuka peluang komersialisasi adsorben berbasis limbah, yang bisa diterapkan tidak hanya di sektor sawit, tapi juga industri lain yang menghadapi masalah limbah cair berbahaya. Dengan begitu, limbah tidak lagi jadi beban, tapi sumber nilai ekonomi baru.

Dengan langkah cerdas ini, Unimed kembali membuktikan bahwa inovasi mahasiswa bisa mengubah masalah lingkungan menjadi peluang teknologi hijau. 

Tangkos sawit kini tidak hanya limbah, tapi bahan yang bisa membersihkan industri dan membuka jalan bagi industri sawit yang lebih ramah lingkungan.