Babel, elaeis.co - Dari 26 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di Provinsi Bangka Belitung (Babel), sebanyak tiga di antaranya tidak melakukan pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit hasil kebun petani. PKS tersebut yakni PT. SNS, PT. FLDK dan PT. SWP.
Ketiga PKS tersebut tersebar di tiga tiga kabupaten yang berbeda. Seperti PT SNS beroperasi di Bangka Tengah (Bateng). Kemudian PT. FLDK beroperasi di Kabupaten Belitung dan PT. SWP beroperasi di Kabupaten Belitung Timur.
"Mereka tidak beli hasil kebun petani karena memiliki kebun inti yang luas. Artinya mereka hanya mengolah hasil kebun miliknya sendiri," ujar Ketua APKASINDO Babel, Sahurudin, Rabu (14/6).
Untuk luas kebun Sahurudin mengaku tidak mengetahui pasti. Sebab ketiga perusahaan itu kesannya lebih tertutup ketimbang PKS lain.
Sahurudin juga menjelaskan bahwa selain memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit, tiga perusahaan tersebut juga memiliki pengolahan minyak goreng langsung.
Sedangkan hingga kini harga yang ditentukan oleh PKS masih cenderung lebih rendah dibandingkan harga penetapan. Kecuali PT. RMJ di Kabupaten Belitung. Dimana harganya mencapai Rp. 2.351/kg. Lebih tinggi dari harga penetapan yang hanya Rp2.073/kg.
Di Kabupaten Bangka harga tertinggi yakni sebesar Rp1.950/kg yang diberlakukan oleh PT THEP dan PT. GCM. Lalu disusul oleh PT PMM Rp. 1.930/kg, PT. GPL Rp. 1.910/kg dan PT. MAS KAPUK Rp. 1.880/kg.
Sedangkan untuk PKS lainnya yakni PT. FAL Rp. 1.870/kg, PT. MAS LABU Rp. 1.860/kg, PT. GML/kg Rp. 1.700/kg dan PT. PBM Rp. 1.700/kg
Sementara di Kabupaten Bangka Barat harga tertinggi ditawarkan oleh PT. SWK sebesar Rp. 1.890/kg. Kemudian PT. GSBL Rp. 1.700/kg dan PT. BPL Rp. 1.360/kg.
Kemudian Bangka Selatan Selatan PT. BSSP Rp. 1.700/kg dan PT. MSM Rp. 1.700/kg.
Selanjutnya Bangka Tengah CV. MAL Rp. 1.700/kg, PT. MHL Rp. 1.700/kg, PT. PBT Rp. 1.700/kg dan PT. BAM Rp. 1.700/kg.
Kabupaten Belitung PT. RMJ Rp. 2.351/kg dan PT. PUS Rp. 1.600/kg. Sedangkan Belitung Timur PT. SMM Rp. 1.900 dan PT. PS Rp. 1.800/kg.
Tiga PKS di Babel Tak Beli Kelapa Sawit, Begini Alasannya
Diskusi pembaca untuk berita ini