Bengkulu, elaeis.co - Sejumlah pelaku usaha di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mencemaskan pembatasan tonase truk masuk Kota Bengkulu berdampak pada pengiriman kelapa sawit.
"Kami memahami kekhawatiran Walikota terhadap kerusakan jalan," ujar seorang pelaku usaha. "Namun larangan ini dicemaskan akan berdampak," tambahnya.
Pihaknya berharap pemerintah dapat mencari solusi yang lebih adil bagi kami, seperti memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak, dan lainnya.
Pernyataan itu mengemuka setelah sebelumnya Walikota Bengkulu, Helmi Hasan, mengumumkan kebijakan yang melarang truk bermuatan kelapa sawit dengan kapasitas lebih dari 8 ton untuk melintasi jalan-jalan di Kota Bengkulu.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan jalan, kepadatan lalu lintas, dan risiko kecelakaan di kawasan perkotaan.
Walikota Helmi Hasan khawatir kondisi infrastruktur jalan yang semakin memburuk akibat lalu lintas truk berat karena truk bermuatan sawit dengan bobot yang melebihi batas seringkali menjadi penyebab kerusakan jalan yang signifikan.
"Kami melihat dampak yang ditimbulkan oleh truk-truk berkapasitas lebih dari 8 ton yang melintasi jalan-jalan di Kota Bengkulu. Kerusakan jalan semakin parah dan hal ini mempengaruhi keamanan dan kenyamanan masyarakat kami. Oleh karena itu, kami perlu mengambil tindakan untuk melindungi infrastruktur jalan dan kepentingan warga kami," kata Helmi, kemarin.
Keputusan larangan ini juga didasarkan pada kepentingan keselamatan pengguna jalan dan pejalan kaki di kawasan perkotaan.
Pertimbangannya, truk dengan muatan berat cenderung lebih sulit untuk dikendalikan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Dengan mengurangi kehadiran truk bermuatan berat, Walikota Helmi Hasan berharap dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Bengkulu.
"Kami ingin keselamatan pengguna jalan dan pejalan kaki di kawasan perkotaan. Truk dengan muatan berat cenderung lebih sulit untuk dikendalikan dan meningkatkan risiko kecelakaan," tuturnya.
Meskipun kebijakan ini menuai kontroversi di kalangan pengusaha dan pemilik truk, Walikota Helmi Hasan tetap teguh pada keputusannya. Ia menyatakan bahwa pemerintah kota akan memperketat penegakan aturan dan memberlakukan sanksi yang tegas bagi pelanggar.
Wako Bengkulu Batasi Tonase Truk Masuk Kota, Pelaku Usaha Cemaskan Berdampak pada Pengiriman Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini