Jakarta, elaeis.co - Pemberlakuan biodiesel B50 mulai mendapat respons positif dari industri otomotif. PT Kia Sales Indonesia (KSI) memastikan Kia Carnival Diesel 2026 secara teknis siap menggunakan bahan bakar B50. 

Namun, pabrikan asal Korea Selatan itu menegaskan masih ada sejumlah syarat penting yang harus dipenuhi sebelum implementasi dilakukan secara luas di Indonesia.

Vice President Operations PT Kia Sales Indonesia, Harry Yanto, mengatakan kesiapan tersebut didasarkan pada pengujian yang telah dilakukan pemerintah terhadap berbagai kendaraan diesel sebelum peluncuran B50. 

Pengujian dilakukan hingga jarak tempuh 50.000 kilometer, termasuk uji pada suhu ekstrem lima derajat Celsius untuk memastikan stabilitas bahan bakar.

Meski demikian, Kia masih menunggu kepastian regulasi pemerintah terkait spesifikasi resmi B50 yang akan dipasarkan secara nasional.

"Yang kami tunggu adalah kepastian spesifikasi bahan bakarnya agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan mesin diesel modern berstandar emisi Euro 4," ujar Harry.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbahan sawit. Padahal, formulasi terbaru berbeda dengan B30 maupun B40.

Harry menjelaskan, B50 terdiri atas sekitar 35 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang berasal dari minyak sawit dan 15 persen Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), sedangkan sisanya tetap menggunakan solar berbasis fosil.

Penambahan HVO dinilai menjadi pembeda utama dibandingkan biodiesel generasi sebelumnya. Selain meningkatkan kualitas pembakaran, HVO juga mampu mengurangi risiko korosi pada sistem bahan bakar sehingga lebih ramah bagi mesin diesel modern.

Saat ini, satu-satunya model diesel yang dipasarkan Kia di Indonesia adalah Carnival Diesel. Kendaraan tersebut telah menggunakan mesin common rail bertekanan tinggi dengan standar emisi Euro 4. Sementara model diesel lain seperti Sorento, Sportage, maupun Seltos sudah tidak lagi dipasarkan.