Tarif
Sorotan terbaru dari Tag # Tarif
Tarif Pungutan Sawit Naik Jadi 10 Persen, Kemendag Klaim untuk Dorong Hilirisasi Nasional
Tarif pungutan ekspor sawit resmi naik jadi 10 persen. Kemendag menegaskan kebijakan ini bukan sekadar beban, tapi strategi mendorong hilirisasi agar industri sawit RI makin berdaya saing.
8 Dekade Kemerdekaan Indonesia, Sawit Jadi Top Skor Komoditas Primadona
Meski dihantam ketidakpastian global dan dinamika perdagangan internasional, sektor pertanian Indonesia tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Di antara berbagai komoditas unggulan, kelapa sawit masih bertahan sebagai primadona ekspor, bahkan setelah 8 dekade kemerdekaan Indonesia. Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Ditjen
Performa Ekspor Sawit, Karet, hingga Rempah Buktikan Pertanian Indonesia Tetap Perkasa
Di tengah gelombang proteksionisme global dan gejolak harga komoditas, sektor pertanian Indonesia masih berdiri kokoh sebagai salah satu tulang punggung perekonomian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor komoditas pertanian nasional pada 2022 mencapai 44,44 miliar dolar atau sekitar Rp689
IEU CEPA Diyakini Jadi Jalan Tol Sawit Indonesia Masuk Pasar Uni Eropa
Rampungnya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU CEPA) menjadi kabar baik bagi komoditas strategis Indonesia, termasuk minyak sawit. Perjanjian dagang yang dinegosiasikan selama hampir 10 tahun ini diyakini akan membuka jalan tol bagi ekspor sawit ke pasar Uni Eropa yang selama ini kerap menghadapi hambatan tarif dan non-tarif.
Kata Airlangga, Kopi dan CPO Indonesia Berpeluang Masuk AS Tanpa Tarif Impor
Peluang emas terbuka lebar bagi komoditas unggulan Indonesia seperti kopi dan minyak sawit mentah (CPO) untuk masuk pasar Amerika Serikat (AS) dengan tarif impor nyaris nol persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, skema ini masih dalam proses negosiasi dengan
IEU-CEPA Disepakati, Ekspor Indonesia ke Uni Eropa Bisa Melonjak 50 Persen
Pemerintah Indonesia baru saja menyepakati kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Indonesia mendapatkan sejumlah keuntungan dari kerja sama strategis ini.
Ekspor Produk Sawit Dongkrak Penerimaan Kepabeanan di Sumut
Hingga akhir Mei 2025, realisasi penerimaan pajak di Sumut telah mencapai Rp7,3 triliun. Selain itu, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai juga menunjukkan angka signifikan, yakni Rp1,45 triliun, dengan beberapa komponen utama yakni Bea Masuk sebesar Rp269,73 miliar, Bea Keluar Rp1,01 triliun, dan Cukai Rp169,09 miliar.
Tarif 32 Persen AS Ancam Ekspor CPO, Pabrik Sawit Harus Lakukan ini Jaga Kelangsungan Usaha
Kebijakan Amerika Serikat (AS) yang menetapkan tarif bea masuk sebesar 32% untuk produk CPO (crude palm oil) dari Indonesia memicu kekhawatiran kalangan industri sawit nasional. Menurut Posma Sinurat, Ketua Bidang Pabrik Kelapa Sawit (PKS) P3PI, kebijakan ini berpotensi menurunkan harga TBS (Tandan Buah Segar) di tingkat petani dan membuat CPO Indonesia kalah bersaing dengan Malaysia, yang hanya dikenai tarif 24%. Dalam 3rd Technology of Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2025 yang digelar oleh P3PI, Posma menegaskan bahwa pelaku usaha PKS perlu bersiap menghadapi skenario terburuk. Salah satu strategi selamat dari tekanan global adalah dengan mengoptimalkan efisiensi operasional melalui tiga fokus utama yakni cost management
Tarif Brutal Trump Ancam Ekspor Sawit Indonesia, Pemerintah Didesak Perluas Pasar
Industri sawit Indonesia kembali mendapat hantaman dari luar negeri. Kali ini datang dari Negeri Paman Sam. Pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump resmi menetapkan tarif bea masuk sebesar 32% untuk minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) asal Indonesia. Kebijakan ini sontak memicu kekhawatiran kalangan pelaku usaha hingga pengamat ekonomi nasional.
Tarif Trump Ancam Ekspor RI, Minyak Sawit hingga Alas Kaki Kalah Saing
Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menetapkan tarif impor reciprocal sebesar 32% terhadap produk dari Indonesia dan sejumlah negara ASEAN lainnya, telah memicu kekhawatiran atas dampak serius terhadap perekonomian Indonesia khususnya iklim persaingan usaha.