Namun, ketika tanda-tanda kondisi kering sudah terlihat dalam prediksi, menyiapkan kebun lebih awal tentu lebih aman dibandingkan menunggu dampak muncul.
Jika melihat angka prediksi, September menjadi periode yang paling perlu diperhatikan. 87,19 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami hujan Bawah Normal.
Angka tersebut kemudian masih berlanjut pada Oktober dengan cakupan 81,60 persen.
Artinya, petani sawit di wilayah yang masuk kawasan sentra dengan prediksi Bawah Normal memiliki alasan kuat untuk memperketat pemantauan kondisi kebun sejak sebelum periode tersebut berlangsung.
Khusus kawasan sentra sawit yang disebut dalam prediksi, yakni sebagian Kalimantan Barat bagian selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, informasi ini dapat menjadi bahan bagi petani dan pengelola perkebunan untuk mengevaluasi kesiapan pengelolaan air dan kondisi kebun.
Pesan utama dari prediksi tersebut sederhana yaitu persiapan dilakukan sebelum masalah datang.
Petani dapat mulai memeriksa kondisi infrastruktur air, menjaga kelembapan tanah, memantau kondisi tanaman dan memastikan kegiatan pemeliharaan kebun tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi cuaca.
Informasi iklim juga perlu dipantau secara berkala karena prediksi dapat diperbarui mengikuti perkembangan atmosfer. Bagi petani sawit, periode September-November 2026 bukan sekadar angka di peta.
Dengan 87,19 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami hujan Bawah Normal pada September, kemudian 81,60 persen pada Oktober dan masih 62,30 persen pada November, ancaman kondisi lebih kering perlu direspons dengan kesiapsiagaan.
Jangan tunggu hujan berkurang, tanah mengering, lalu tanaman tertekan. Persiapkan kebun dari sekarang.
87 Persen Wilayah Indonesia Lebih Kering, Petani Sawit Harus Siapkan Ini dari Sekarang
Diskusi pembaca untuk berita ini