Jakarta, elaeis.co – Petani kelapa sawit perlu memasang radar kewaspadaan lebih awal. Sebanyak 87,19 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami hujan di bawah normal pada September 2026, kondisi yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air di sejumlah sentra pertanian dan perkebunan.
Prediksi tersebut berdasarkan informasi Direktorat Perubahan Iklim, Kedeputian Bidang Klimatologi, yang diperbarui 1 Agustus 2026.
Bukan hanya September. Kondisi hujan di bawah normal masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia hingga November 2026.
Pada September, wilayah yang diprediksi mengalami hujan Bawah Normal mencapai 87,19 persen. Hanya 8,89 persen wilayah yang diprakirakan berada dalam kondisi Normal dan 3,92 persen berada pada kategori Atas Normal.
Memasuki Oktober, kondisi kering masih mendominasi. Sebanyak 81,60 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami hujan Bawah Normal, sementara 16,19 persen berada pada kategori Normal dan 2,21 persen Atas Normal.
Pada November, wilayah Bawah Normal memang turun menjadi 62,30 persen, tetapi angka tersebut masih berarti sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi menerima hujan lebih rendah dibandingkan kondisi normalnya.
Bagi petani sawit, rangkaian prediksi ini layak menjadi alarm untuk melakukan persiapan sejak sekarang.
Informasi prediksi khusus wilayah sentra sawit menunjukkan bahwa pada periode Agustus hingga Oktober 2026, wilayah sentra sawit diprediksi mengalami sifat hujan Bawah Normal hingga Normal.
Kondisi hujan kategori Bawah Normal diprediksi terjadi di sebagian Kalimantan Barat bagian selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
87 Persen Wilayah Indonesia Lebih Kering, Petani Sawit Harus Siapkan Ini dari Sekarang
Diskusi pembaca untuk berita ini