Siak, elaeis.co - Puluhan murid Sekolah Dasar (SD) yang tinggal di lokasi kebun sawit milik M Dasrin Nasution terlambat ke sekolah karena palang pintu keluar dari kebun digembok oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dari informasi yang diterima elaeis.co, Selasa (2/5), murid-murid SD yang diantar menggunakan mobil bus milik PT Karya Dayun tersebut terlambat ke sekolah karena terhalang pagar besi yang digembok.

Berdasar rekaman video yang diterima elaeis.co, terlihat sejumlah orang diduga sekuriti sewaan PT DSI berjaga-jaga di pos sekuriti dekat portal tersebut.

Disisi lain, murid-murid SD yang telah berpakaian seragam lengkap dan bersiap untuk menghadiri hari pertama sekolah dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2023 harus kecewa karena portal tersebut digembok.

Mendengar kejadian itu, Kapolres Siak AKBP Ronald Sumaja langsung bergerak cepat memerintahkan sejumlah anggotanya untuk membuka gembok portal tersebut.

"Udah kita tindak lanjuti. Tentunya gara-gara itu anak-anak terlambat ke sekolah," kata AKBP Ronald.

Untuk diketahui, lahan tersebut bersengketa antara warga pemilik sertipikat dengan PT Duta Swakarya Indah (DSI).

PT DSI mengklaim lahan itu masuk dalam kawasannya berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, sementara para pemilik lahan bertahan karena mengantongi SHM yang dikeluarkan oleh BPN Siak.

Akibat sengketa yang berkepanjangan ini, puluhan pekerja dan anak-anak mereka ikut menjadi korban, baik itu secara moril maupun materil. 

Catatan: Hingga berita ini diterbitkan belum terkonfirmasi ke pihak PT DSI.