“Hilirisasi produk kelapa sawit dapat menghasilkan produk yang berguna bagi industri kerajinan dan batik," ujar Andi Rizaldi.

"Produk turunan kelapa sawit seperti stearin dan bahkan limbah berupa cangkang kelapa sawit bisa dimanfaatkan sebagai pembuatan bahan perintang warna (malam batik) dan zat pewarna batik alami,” kata Andi menambahkan.

Selain limbah cangkang, Andi mengatakan, lidi dari kelapa sawit juga bermanfaat untuk diolah menjadi berbagai produk seni melalui keterampilan anyaman.

"(Hal tersebut bisa diwujudkan karena lidi sawit - red) memiliki karakter serat yang lebih kuat sehingga mudah dibentuk. Salah satu daerah yang memiliki luasan perkebunan kelapa sawit yang besar adalah Provinsi Kalimantan Selatan," ungkapnya.

Ia lalu mengutip data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Cabang Kalsel yang menjelaskan bahwa luas lahan perkebunan kelapa sawit di Kalsel mencapai 427.000 hektar (Ha).

Dengan demikian, menurut Andi Rizaldi,  Kalsel dinilai memiliki potensi sumber daya yang mencukupi untuk pengembangan industri kerajinan dan batik berbasis kelapa sawit.

"Potensi tersebut yang mendorong diselenggarakannya kegiatan promosi selama 4 hari di Banjarbaru, kemarin. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama BPDPKS dengan dua satuan kerja di bawah binaan BSKJI," ungkapnya.

"Yaitu Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta, serta Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru, dengan dengan didukung Dinas Perindustrian Kalsel," tuturnya lebih lanjut.