Pekanbaru, elaeis.co -  Ada banyak cara untuk menangani kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anggota Komisi IV DPR RI Slamet, misalnya, menawarkan dengan memanfaatkan binatang lebah.

Terutama sebelum api meluas, bisa 
dengan pelibatan masyarakat melalui peternakan lebah. Sebab, peternak lebah menjadi agen penting menjaga lingkungan hutan. Lebah memiliki kepekaan terhadap asap, sehingga bisa menjadi penjaga alam yang efektif.

"Pemberdayaan masyarakat, seperti peternak lebah, dapat menjadi solusi kreatif mengatasi karhutla. Dengan menciptakan pasar yang stabil, pemerintah dapat memotivasi masyarakat terlibat aktif melindungi lingkungan," ungkap Slamet  usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV di Provinsi Riau, Jumat (17/11).

Dikatakan,  dengan potensi ini, pemerintah dapat memberdayakan peternak lebah dengan memberikan dukungan tidak hanya dalam bentuk peralatan, tetapi juga dengan menciptakan pasar yang stabil melalui konsep captive market, serta memberikan dukungan dengan cara membeli hasil produksi peternak lebah, seperti madu. 

"Hal seperti ini perlu terobosan-terobosan, kreativitas. Tidak mengandalkan APBN tetapi dengan (pemenuhan) kebutuhan minuman sehat (madu yang juga bisa) terpenuhi (untuk) menjaga lingkungan hidup bisa terjaga. Karena masyarakat terpedaya akan peternak lebah ada yang membeli yang disebut dengan captive market,” terangnya.

Menurut Slamet, menggabungkan kebutuhan akan minuman sehat dan perlindungan lingkungan, adalah sebuah terobosan yang diharapkan dapat memberikan solusi yang berkelanjutan dalam pencegahan karhutla.

"Adanya dukungan dari masyarakat melalui pembelian produk seperti madu lebah, dapat menjadi alat yang efektif untuk melibatkan lebih banyak pihak dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan sumber pendapatan masyarakat," ungkapnya, dilansir dpr.go.id., Senin (20/11).

"Kita dorong juga pemberdayaan masyarakat untuk bisa menjaga supaya tidak terjadi alih fungsi lahan dari lahan gambut menjadi perkebunan sawit. Pemerintah melalui KLHK dan Kementan digarapkan  bisa membina dan mengembangkan para petani ternak lebah untuk bisa menghasilkan madu dan pemerintah bisa sebagai offtaker untuk mengambil hasil madu yang dihasilkan oleh mereka," ujar politisi Fraksi PKS ini. 

Ia mendorong pemerintah menciptakan nomenklatur yang tepat dan ketat dalam regulasi sebagai langkah krusial mendukung terwujudnya konsep captive market tersebut. 

Menurutnya, inisiatif ini jika diimplementasikan dengan baik, memiliki potensi besar untuk mengurangi risiko karhutla, menjaga keberlanjutan lahan gambut, dan mencegah alih fungsi lahan yang dapat merugikan lingkungan.