Rengat, elaeis.co - Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, sangat serius terhadap penanganan lingkungan sekitar wilayah operasionalnya, ditunjukkan dengan adanya pembangunan menara pantau api, dimaksudkan memantau titik api bila terjadi kebakaran di sekitar lokasi. 

Hadi Sukoco, Humas PT Tunggal Perkasa Plantation (TPP), salah satu korporasi yang ada di Inhu, mengatakan menara pantau tersebut memiliki ketinggian kurang lebih 15 meter dan dibangun menggunakan kayu dengan memiliki kualitas cukup kuat. 

"Saat ini ada tujuh menara terbangun di perkebunan kelapa sawit PT TPP dengan ukuran bangunan 4 x 4 meter. Pemantauan lewat menara sangat terbantu jika adanya bahaya kebakaran yang terjadi dalam kawasan, selain patroli keliling rutin dilaksanakan," katanya kepada elaeis.co, Minggu (12/2). 

Selain berfungsi mengawasi kebakaran lahan, menurut Hadi, juga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui serangan hama cukup besar yang dapat merusak tanaman kelapa sawit seperti Gajah. 

"Bangunan ini wajib didirikan setiap korporasi, sebab tertuang dalam peraturan undang-undang, kalau tidak bisa-bisa dikenakan sanksi," pungkasnya. 

Ke depan, kata Hadi Sukoco, bangunan tersebut diprediksi tidak lagi dipergunakan korporasi dalam mengawasi kebakaran lahan atau memantau hama besar melihat dengan perkembangan hama saat ini. 

"Perusahan dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi sekarang seperti jenis Drone atau pesawat yang diterbangkan tanpa awak. Kapasitas terbangnya cukup jauh hampir dapat mencakup seluruh luasan lahan yang dikuasai," ungkapnya.