Kaltim, elaeis.co - Meski tak sempat menamatkan kuliah, Anggi, pekerja sawit di Kalimantan Timur (Kaltim), justru jadi guru sukarela yang mengajar dari rumah ke rumah, menyalakan semangat belajar anak-anak di perkebunan.

Dilansir dari laman resmi Astra Agro Lestari, kisah inspiratif datang dari seorang pekerja perkebunan bernama Harminah, atau yang akrab disapa Anggi. 

Ia bekerja sebagai perawat tanaman di PT Sukses Tani Nusasubur (STN), salah satu anak perusahaan Astra Agro Lestari di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Di balik kesibukannya, Anggi diam-diam menjalankan peran mulia yakni menjadi guru sukarela yang mengajar anak-anak dari rumah ke rumah.

Lahir di Sekunyit, Lombok Tengah, pada 4 April 1985, Anggi tumbuh di keluarga sederhana yang menggantungkan hidup dari bertani dan berdagang sembako. 

Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi guru bahasa. Di MAN 1 Praya Lombok, ia memilih jurusan Bahasa karena ingin mudah berkomunikasi dengan siapa saja, termasuk wisatawan asing yang sering datang ke Lombok. “Bahasa itu jembatan untuk mengenal dunia,” katanya suatu ketika.

Anggi belajar Bahasa Inggris dan Bahasa Arab dengan penuh semangat. Ia bahkan pernah menjadi peringkat pertama jurusan Bahasa di sekolahnya pada tahun 2004. 

“Saya menyampaikan pesan kelulusan dalam Bahasa Inggris di atas panggung. Orang tua saya hadir, semua terharu,” kenangnya dengan senyum tipis.

Namun, jalannya untuk kuliah tidak semulus yang ia harapkan. Meski sempat diterima di Universitas Mulawarman, orang tuanya tak mengizinkan karena jaraknya terlalu jauh. 

Ia kemudian mencoba kuliah di Universitas Lombok, mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam, tapi berhenti di semester dua. “Hati saya nggak di situ,” ujarnya jujur.