Siak, elaeis.co - PT Arara Abadi kembali berulah membikin masyarakat menjerit lantaran diduga menyerobot lahan di wilayah Kampung (Desa) Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Sejumlah alat berat diduga milik perusahaan mulai membersihkan lahan warga tanpa sepengetahuan pemilik lahan.
Gara-gara pembersihan itu air dalam kanal yang dibikin perusahaan di lahan itu pun meluap hingga menggenangi jalan Nasional.
Kondisi ini tidak hanya merugikan masyarakat, namun infrastruktur jalan Nasional yang tadinya kinclong di daerah itu kini ikut rusak akibat ulah anak perusahaan Sinarmas tersebut.
Warga yang mengkalim lahannya diserobot dan dirusak oleh PT Arara Abadi pun bakal menempuh jalur hukum hingga membuat laporan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.
"Saya tadi sudah berkoordinasi langsung dengan Tenaga Ahli Menteri KLHK (Dr Afni) soal ini. Dia merespon baik apa yang menjadi keluhan kita," kata salah seorang pemilik lahan, Marzuki A.Md kepada elaeis.co, Sabtu (8/10).
Zuki mengatakan, total ada seluas 104 hektare lahan milik masyarakat yang diklaim perusahaan masuk dalam konsesi mereka. Padahal, lahan-lahan warga itu memiliki legalitas jelas dari negara.
"Kita punya surat-surat resmi dari negara. Kok dibilang pula masuk dalam kawasan konsesi perusahaan?. Hal ini sudah saya sampaikan ke Buk Afni. Dia bilang, kalau statusnya dalam kawasan hutan, surat yang berlaku harus dari Menteri Kehutanan. Kalau penguasaannya sudah lebih 5 tahun berturut-turut, bisa penyelesaian lewat hutan sosial. Sifatnya kemitraan kehutanan. Diusulkan komunal. Satu KK hanya boleh maskimal 5 hektare. Gitu kata dia tadi," ujar Sekretaris Partai NasDem Siak ini.
PT Arara Abadi Kembali Berulah, Diduga Serobot Lahan hingga Bikin Banjir Jalan Nasional di Siak
Diskusi pembaca untuk berita ini