Padang, elaeis.co - Sampai saat ini permasalahan harga kelapa sawit hasil kebun petani swadaya di Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) masih menjadi perbincangan hangat. Sebab hampir dua dua bulan terakhir harga TBS petani swadaya dibeli dengan harga rendah. Malah hanya sampai Rp1.000 per kilogram.

"Sempat juga beberapa waktu lalu harga hanya Rp600-700/kg. Padahal harga penetapan provinsi sudah di atas Rp2.000/kg," kata Ketua DPW APKASINDO Sumbar, Jufri Nur kepada elaeis.co, Jumat (28/10).

Meski tidak mengikuti harga penetapan, pabrik kelapa sawit seharusnya membeli TBS petani dengan selisih harga tidak terlampau jauh. Sebab memang penetapan harga hanya untuk petani mitra.

"Sempat ada dua kali Rapat Dengan Pendapat (RDP) terkait permasalah ini di DPRD Pesisir Selatan. Namun belum ada titik temu yang pasti. Walau setelah RDP, harga sudah cukup membaik sampai dibanding sebelumnya," ujar Jufri.

Ia berharap ada saling keterbukaan antara perusahaan dan petani. Sehingga terjalin kesepakatan yang menguntungkan dua belah pihak.

Sementara menurut Anggota DPRD Pesisir Selatan, Novermal, permasalahan harga TBS buka hanya menjadi masalah Pesisir Selatan saja, namun juga masalah bagi Provinsi Sumbar.

Menurutnya, terkait harga TBS petani swadaya di Pesisir Selatan ada di tangan Bupati, dengan berpatokan terhadap Pergub bukan Permentan 01/2018 dalam penetapan harga TBS provinsi.

"Masalahnya bupati belum mau menjalankan Pergub itu. Padahal dalam Pergub sudah diatur bagaimana menerapkan harga swadaya tadi. Yakni dengan perhitungan rendeman atau mutu kualitas TBS petani. Lalu disandingkan dengan harga penetapan provinsi," jelasnya.