JAKARTA, elaeis.co - Para stakeholder sawit di Indonesia memasuki awal September 2024 ini dengan wajah murung setelah melihat hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) periode Senin, 2 September 2024, ini.
Daei kabar yang diperoleh elaeis.co dari sejumlah sumber terungkap bahwa awal September ini cukup kelabu, karena harga proses tender menunjukan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang melorot cukup dalam.
Kalau dihitung atau diperbandingkan dengan hasil tender periode akhir bulan yang lalu, tepatnya pada Jumat, 30 Agustus 2024, maka terlihat jelas kalau harga CPO anjlok hingga Rp 86 per kilogram (Kg).
Dan, selain itu, dalam tender kali ini pun hanya dua pelabuhan ekspor utama saja yang diikutkan, yaitu Pelabuhan Belawan di kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dan di Pelabuhan Dumai di Provinsi Riau.
Baca juga: Anjlok Rp 80 Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 29 Agustus 2024
Lalu ada juga stok CPO milik anak usaha Holding PTPN Nusantara dari Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumut, yang turut dilelang namun berakhir dengan withdraw (WD).
Yaitu Sawit Sebrang, Sawit Hulu, Kwala Sawit, dan Pagar Merbau. Seperti sebelumnya, harga penawaran tertinggi yang disodorkan perusahaan peserta tender kali ini hanya Rp 6.500 per Kg.
Baca juga: Kali ini Cuma Naik Rp 2 Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 28 Agustus 2024
Jumlah itu memiliki selisih yang sangat banyak bila dibandingkan dengan harga CPO yang disodorkan pihak otoritas tender yang tercatat rata-rata melebihi angka Rp 13.100-an per Kg.
Para petani diprediksi bakal menerima dampak langsung pada Senin sore ini atau Selasa pagi besok, khususnya dampak dari penurunan harga CPO di tender PT KPBN tersebut.
September Kelabu, Anjlok Lumayan Dalam Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 2 September 2024
Diskusi pembaca untuk berita ini