Pekanbaru, elaeis.co - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat, sejak dimulainya program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sudah 32.283,39 hektare sawit rakyat di Riau yang di-replanting. 

Direktur Perhimpunan Dana BPDPKS, Sunari dalam keterangan tertulisnya yang diterima elaeis.co, Senin (26/12), mengatakan, jumlah tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota se-Riau. 

Dia menyebutkan, pihaknya telah menggelontorkan dana sebesar Rp 877 miliar lebih untuk me-replanting ribuan hektare sawit rakyat itu. 

"Untuk tahun 2016, luas lahan yang sudah di-replanting di Riau seluas 254 hektar, kemudian 2018 seluas 3.484 hektare, 2019 seluas 11.009,17 hektare, 2020 seluas 9.500,70 hektare, 2021 seluas 4.169,41 hektare dan 2022 seluas 32.283,39 hektare," kata dia. 

Dia menyebutkan, 10 kabupaten/kota yang telah merasakan program PSR ini adalah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar, Kuansing, Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak dan Kota Dumai.

"Dengan rincian bengkalis total 410,25 ha, Inhil 155,41 ha, Inhu 2.606,59 hektare, kampar 6.236,51 hektare, Kuansing 6.019,77 ha, pelalawan 6.679,21 hektare, Rohul 1.727,11 hektare, Rohil 4.249,17, siak 3.955,77 hektare dan kota dumai 243,61 hektare," jelasnya.

Diketahui, saat ini program PSR masih terus berjalan. Di mana dana yang disediakan oleh BPDPKS untuk me-replanting 1 hektare kebun sawit adalah Rp30 juta. Akan tetapi, jumlah ini masih dibahas untuk bisa ditambah, lantaran masih belum cukup untuk mendanai replanting hingga tanaman menghasilkan.