Tak terasa, sudah tiga tahun belakangan anak jati suku Hatam Pengunungan Arfak ini menjadi ‘orang penting’ di Koperasi Produsen Kelapa Sawit Arfak Sejahtera. Kebetulan Paiki yang jadi ketua koperasi itu. Urusan mengawasi tanaman, angkutan bibit ke lahan-lahan kelompok, menjadi tanggungjawabnya.
“Di kampungnya, Ones ini jadi motivator, termasuk di koperasi. Ones satu-satunya anak muda di Kampung Madrat yang sudah pernah keluar Papua. Itulah makanya setelah dia kembali, dia sangat berharga di kampungnya itu,” Paiki yang sedari tadi memperhatikan obrolan itu, memuji Ones.
Baca juga: Liburan Dapat Duit Ala Mahasiswa Beasiswa Sawit
Kalau dikilas balik, sebetulnya tak ada rencana Ones untuk ikut tes beasiswa sawit itu pada 2016 silam. Maklum, Ones hanya orang kampung di Kampung Madrat Distrik Warmare. Tapi, entah kenapa kemudian saat Paiki bepergian dengan Yunus ke Jakarta, obrolan beasiswa sawit ini mencuat.
“Bapa Yunus, ada anak laki laki yang sudah selesai sekolah kah? Kalau ada kasih tahu anak siapkan ijazah. Besok kalau ada beasiswa sawit kasih masuk dia,” begitulah obrolan keduanya dalam perjalanan kembali ke Manokwari.
Menebar Ilmu Poltek CWE di Kaki Pegunungan Arfak
Diskusi pembaca untuk berita ini