Dia sempat berdiri di pesawat lantaran takut pesawat itu menabrak awan.
Onesimus Muid menarik napas panjang. Di satu sisi anak ketiga dari empat bersaudara ini senang bukan kepalang setelah panitia penerima mahasiswa beasiswa sawit menyatakan dia lulus untuk kuliah program diploma satu jurusan Budidaya Kelapa Sawit di Politeknik (Poltek) Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Bekasi Jawa Barat (Jabar).
Tapi di sisi lain, dia jadi terdiam. Rupanya dari koceknya dulu biaya untuk dia sampai ke kampus itu. “Waktu itu ongkos pesawat Rp3,9 juta. Sempat bingung saya, mau cari kemana uang sebanyak itu,” kata alumni SMA Negeri 1 Warmare, Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat ini, saat berbincang dengan Elaeis Magazine di kawasan Prafi akhir bulan lalu.
Kalau misalnya memutuskan enggak usah berangkat, Ones tak tega menengok orang yang sudah berjasa padanya; Dorteus Paiki, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW-Apkasindo), Papua Barat yang sudah berjasa padanya. Lagi pula sebenarnya, Ones memang ngebet ingin kuliah.
Baca juga: Sepenggal Cerita Gadis Papua Barat; Cumlaude di Poltek CWE
Ones makin blingsatan setelah Paiki ngasi tenggat waktu. Kalau sampai tenggat waktu itu Ones tak juga punya duit untuk berangkat; batal!. Oleh sederet alasan itulah kemudian, Ones memutuskan bekerja dulu, kebetulan ada pekerjaan menggali parit di kawasan Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf).
Menebar Ilmu Poltek CWE di Kaki Pegunungan Arfak
Diskusi pembaca untuk berita ini