Lantaran itulah kata Hendry, kalau buah-buah tak bagus terus dipaksakan masuk dan pabrik kemudian mengolah buah itu, maka yang rugi tetap saja kedua-duanya; petani dan PKS. 

"PKS akan membeli buah dengan harga yang rendah lantaran kelak, CPO yang dibeli oleh pembeli juga akan di bawah harga yang ditetapkan KPBN.

Lantas gimana baiknya? "Patuhi pola panen. Untuk ini enggak butuh waktu lama kok. Paling satu rotasi petani menahan selera. Perbaiki pola panen satu rotasi, maka di rotasi berikutnya akan didapat hasil panen yang bagus," kata Hendry. 

Ini kata Hendry kalau berbicara terhadap tanaman kelapa sawit yang memang benih yang ditanam di awal, sudah benih yang legitimate

"Artinya, rendahnya rendemen buah yang dipanen akibat dari pola panen yang tidak benar. Tapi kalau benih yang ditanam sudah benih mariles alias benih asal-asalan. Pola panen hanya sedikit mendongkrak peningkatan rendemen," katanya.

Soal pola panen --- termasuk lah perawatan --- pada tanaman yang bersumber dari benih ligitimate tadi kata Hendry, tentu butuh bimbingan dari pemerintah terkait dan lembaga petani. 

"Yang paling utama itu adalah kesabaran dan keseriusan petani dalam berkebun. Yuk kita olah, rawat dan tata sistim agronomi kita supaya untung yang didapat sesuai dengan yang diharapkan. Jika ini dilakukan, saya yakin, petani dan pabrik akan sama-sama untung," Hendry meyakinkan.